Ilustrasi
Dream - Negara-negara Islam dinilai kaya akan terobosan bisnis baru. Kondisi ini ditunjang dengan pertumbuhan ekonomi syariah yang diyakini bakal mengglobal.
CEO dan Managing Director DinardStandar, lembaga konsultan berbasis di AS, Rafiuddin Shikoh mengatakan faktor besarnya jumlah generasi muda yang kaya inovasi menjadi motor penggerak bisnis syariah ini.
DinardStandar mencatat transaksi investasi yang telah dicapai negara-negara muslim, khususnya di kawasan Timur Tengah terus meningkat signifikan. Tahun lalu tercatat ada 386 kerjasama bisnis bernilai US$ 32,3 miliar.
Di antara anggota Organisasi Kerjasama Negara Islam (OKI), hanya ada delapan negara yang memiliki pasar syariah besar seperti Turki, Indonesia, dan Malaysia.
Sementara itu CEO Islamic Corporation for the Development (ICD), Khaled Al Aboodi, mengaku pihaknya siap mengembangkan bisnis negara-negara anggota OKI.
" ICD telah mengalokasikan pendanaan US$ 3 miliar untuk 300 proyek di 25 negara selama 15 tahun terakhir," ungkap Khaled seperti dikutip dari laman CPIfinancial, Rabu, 11 Februari 2015.
Perdagangan lintas negara OKI memang menjadi incaran negara-negara di dunia. Setidaknya ada pangsa pasar gaya hidup halal bernilai US$ 2,1 triliun dan aset US$ 1,65 triliun yang beredar di pasar yang baru berkembang ini.
Advertisement