Terseret Sentimen Global, Indeks Syariah Lesu di Awal Pekan

Reporter : Syahid Latif
Senin, 10 Agustus 2015 09:21
Terseret Sentimen Global, Indeks Syariah Lesu di Awal Pekan
Emiten sektor industri aneka, keuangan, dan pertambangan jadi penyeret laju indeks saham di BEI.

Dream - Tekanan pelemahan regional dan global menyeret bursa saham syariah membuka awal pekan di zona merah.

Pasar modal Indonesia juga belum mendapatkan sinyal positif dari posisi investor asing. Di awal pekan ini, asing kembali menggelar aksi jual.

Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 10 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,138 poin (0,09%) ke level 151,632.

Investor memulai awal pekan dengan mentransaksikan 22,80 juta saham bernilai Rp 6,76 miliar.

ISSI kembali dibuka melemah 0,118 poin (0,08%) ke level 151,652 di sesi pembukaan.

Hingga 7 menit pertama, ISSI masih belum sanggup keluar dari zona merah. ISSI malah makin tertekan koreksi harga saham dari 47 emiten syariah. Sebaliknya, 30 emiten sukses masuk zona hijau.

Tak adanya sentimen positif dari global juga memaksa indeks saham bluechips syariah memulai awal pekan dari zona merah.

Indeks Jakarta Islamic Index (JII) pagi ini terkoreksi 0,833 poin (0,13%) ke level 630,936 di sesi prapembukaan.

Kondisi tak berubah di sesi pembukaan. Indeks JII JII kembali melemah 0,740 poin (0,12%) ke level 631,029. Lebih dari separuh penghuni JII sudah tertekan ke teritori negatif.

Di awal pekan ini bursa saham Indonesia memang masih belum keluar dari tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan dibuka melemah 8,897 poin (0,19%) ke level 4.761,406.

IHSG kembali terkoreksi 9,094 poin (0,19%) ke level 4.761,209

Lantai bursa telah mentransaksikan dana Rp 14,14 miliar dengan 33,09 juta saham yang berpindahtangan

Emiten industri aneka kali ini menjadi pemberat laju indeks saham. Diikuti keuangan dan pertambangan.

Beri Komentar