Tips Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 6 Maret 2020 11:42
Tips Bijak Menggunakan Kartu Kredit
Kartu kredit bisa bermanfaat jika digunakan dengan benar.

Dream - Bagi sebagian orang, kartu kredit adalah benda yang perlu dihindari. Salah satu alasan yang kerap dipakai, memiliki kartu kredit akan mendorong seseorang jadi lebih konsumtif dan boros.

Padahal, kartu kredit bisa memberikan banyak manfaat. Tentunya, produk perbankan ini harus digunakan dengan bijak.

Head of Cards and Payment UOB, Dessy Masri, membagikan tips agar tidak boros dalam penggunaan kartu kredit. Kamu bisa menggunakan tips ini untuk menghemat pengeluaran.

" Pertama, pilih kartu kredit sesuai dengan kebutuhan dan lifestyle," kata Dessy di Jakarta.

Jika menyukai traveling dan makan, pilih kartu kredit yang memiliki poin. Ini agar poin dapat diredeem atau ditukar untuk mendapatkan potongan harga.

Kedua, optimalkan manfaat kartu kredit seperti points rewards, cashback, dan lain lain. Dengan begitu, harga yang didapat bisa lebih murah.

Ketiga, gunakan pin. Per tanggal 1 Juli 2020, pemerintah mewajibkan pemegang kartu kredit memiliki pin untuk melakukan transaksi domestik.

" Memiliki pin agar kartu kredit aman dari kejahatan dan jangan memberikan OTP (On Time Password/password sekali pakai) ke orang lain," ucap Dessy.

Kemudian jangan panik bila ada transaksi yang mencurigakan. Segera hubungi call center untuk memastikan transaksi itu.

Terakhir, pantau transaksi pembelanjaan dengan memanfaatkan internet banking. Kamu dapat memeriksa daftar transaksi dengan kartu kredit.

" Sekarang ada internet banking, sehingga kita bisa memonitor segala transaksi yang dilakukan," tutup Dessy.

(Laporan: Cindy Azari)

1 dari 5 halaman

Gaji Pas-pasan Ingin Bisa Punya Rumah, Begini Triknya

Dream - Punya rumah tentu jadi impian semua orang. Pasangan yang baru menikah sebagian besar menginginkan bisa langsung tinggal di kediaman sendiri.

Tapi tak selamanya keinginan sesuai dengan kenyataan. Apalagi jika penghasilan pas-pasan sementara harga rumah semakin mahal dan terus naik setiap tahun. Boro-boro mengajukan KPR dan uang muka, menabung per bulan rasanya belum tentu bisa.

Untuk mewujudkan mimpimu memiliki hunian pribadi memang butuh waktu dan usaha, apalagi harga rumah terutama di kota-kota besar semakin mahal. Bukan saat yang tepat untuk putus asa, lakukan beberapa strategi jitu ini untuk membeli rumah meski gaji tergolong pas-pasan.

Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 6 Maret 2020, ada lima strategi yang bisa kamu terapkan agar bisa memiliki rumah idaman. Pertama, tentukan target yang diinginkan. Nominal harga rumah dan DP yang perlu dipersiapkan tergantung pada rumah yang diinginkan.

Jangan terburu-buru menentukan rumah. Kamu harus mempertimbangkan banyak hal sebelum membeli rumah, mulai dari akses jalan sampai kondisi keuangan.

Semakin strategis lokasinya, misalnya di tengah kota, harga dan uang mukanya pun semakin tinggi. Perkiraannya, jika menarget memiliki rumah seharga Rp600 juta, kamu harus mempersiapkan 30 persen dari harga tersebut untuk uang muka.

2 dari 5 halaman

Irit Pengeluaran dan Menabung

Kedua, hemat pengeluaran. Setelah tahu kisaran harga rumah yang diinginkan dan besaran uang muka yang diperlukan, ini saatnya mengelola keuangan dengan tepat, salah satunya dengan berhemat.

Memulai pola hidup hemat mungkin terasa sulit di awal, apalagi buat yang terbiasa menjalani gaya hidup yang konsumtif. Coba awali dari hal-hal sederhana, seperti membawa bekal makan sendiri hingga mengurangi frekuensi berbelanja kebutuhan sekunder atau nongkrong.

 Siapa Bilang Sulit Mendulang Pahala Sambil Menabung? Begini Caranya!© MEN

Ketiga, menabung. Jika ingin mengumpulkan uang sebagai DP rumah, menabung jadi hal yang tak bisa ditawar. Miliki niat yang kuat dan kedisiplinan untuk menyisihkan sebagian gaji untuk ditabung.

Untuk membiasakan diri menabung sejak dini, gunakan fasilitas autodebet dari rekening yang dikhususkan untuk menerima gaji ke rekening yang dibuka khusus untuk tabungan menyimpan DP rumah. Besarannya bisa disesuaikan dengan target DP rumah yang diinginkan, yaitu 10-30 persen dari pendapatan.

3 dari 5 halaman

Investasi dan Manfaatkan KPR

Keempat, jangan lupa investasi. Selain ditabung, bisa juga menyisihkan pendapatan untuk diinvestasikan seperti membuka deposito atau membeli emas.

Dua jenis investasi ini bisa memberi hasil yang cukup besar, baik dalam bentuk bunga atau selisih harga jual dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sebaiknya hindari menginvestasikan uang ke perusahaan yang menjanjikan timbal balik besar, cepat, dan risiko yang minimalis.

 Pemerintah Setop Subsidi Bunga KPR Mulai 2020© MEN



Kelima, manfaatkan fasilitas KPR. Kredit Perumahan Rakyat atau KPR yang disediakan beberapa bank dapat membantumu untuk membeli rumah. Layanan itu bisa digunakan sebagai cara tepat mencicil rumah saat belum punya cukup uang untuk membelinya secara tunai.

Bank sendiri biasanya akan menyetujui angsuran maksimal 30 persen gaji per bulan. Selain itu, durasi cicilan yang diberikan pun lumayan panjang, berkisar 20-30 tahun, yang dibuat untuk membantu masyarakat membeli rumah walau dengan penghasilan yang tak terlalu besar.

Bujet terbatas bukan jadi halangan untuk memiliki rumah impian di usia muda. Lewat strategi keuangan ini, wujudkan keinginan punya hunian pribadi meski gaji terbilang pas-pasan.

4 dari 5 halaman

Mau Bangun Rumah Pakai Jasa Arsitek? Intip Dulu Biayanya

Dream - Membangun rumah bukanlah hal yang sederhana. Ada banyak hal yang harus diperhatikan, mulai dari ukuran sampai material.

Inilah sebabnya membangun rumah tak bisa dilakukan oleh siapa saja. Butuh keahlian profesional di bidang arstitektur untuk bisa melakuan hal-hal ini.

Sayangnya, stigma jasa arsitek mahal masih terasa kental di antara masyarakat Indonesia. Jasa mereka lebih umum digunakan oleh pengembang atau perorangan yang mau membangun rumah mewah.

 

 © Dream



Tak sedikit yang takut duluan karena menganggap bahwa arsitek adalah benda mahal. Padahal, tak selamanya demikian. 

Memangnya, berapa tarif jasa arsitek untuk membangun rumah?

5 dari 5 halaman

Ada 2 Cara

Dikutip dari Rumah123.com, Minggu 16 Februari 2020, ada dua cara untuk menghitung biaya desain yang dilakukan oleh arsitektur.

Pertama, berdasarkan ukuran bangunan. Kedua, dari persentase Rencana Anggaran Biaya Total Bangunan.

Pertama, dari total bangunan. Dengan cara ini, jasa arsitek dihitung dari ukuran bangunan yang didesain. Jika jasa arsitek dihitung berdasarkan metode ukuran bangunan, arsitek junior akan mempunyai tarif lebih rendah dibandingkan arsitek berpengalaman. 

Semakin berpengalaman dan semakin baik skill arsitek, tentu biayanya akan semakin mahal. Metode pembayaran arsitek seperti ini lebih banyak digunakan di Indonesia karena dianggap paling adil. 

Berdasarkan data Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI), sejak 2012, terdapat ketetapan minimal honorarium arsitektur sebesar Rp200 ribu per meter persegi atau 7 persen dari nilai fisik bangunan.

Misalnya, tarif arsitek Rp200 ribu per meter persegi dan luas bangunan yang akan didesain 90 meter persegi. Biaya desain untuk bangunan tersebut adalah Rp200 ribu dikali 90, yaitu Rp18 juta.

Beri Komentar