CONNECT WITH US!

Presiden Suka Warna Putih, Warga Dilarang Punya Mobil Hitam

Reporter : Arie Dwi Budiawati | Jumat, 12 Januari 2018 17:39
Jangan Coba-coba Mengendarai Mobil Hitam Di Turkmenistan. (Foto: Oddity Central)
Yang membandel, siap-siap mobilnya diderek.

Dream – Ada kebijakan aneh yang diberlakukan pemerintah Turkmenistan. Negara ini melarang warga Asghabat, ibu kota Turkmenistan, memiliki mobil hitam.  

Dilansir dari Oddity Central, Jumat 12 Januari 2018, larangan ini berlaku mulai Januari 2018, mobil-mobil hitam yang berada di jalan, akan diderek polisi ke lahan parkir milik pemerintah. Aparat akan mengembalikan mobil ini kalau sang pemilik bersedia menandatangani perjanjian akan mengubah warna mobil dari hitam ke putih atau warna cerah lainnya.

Kebijakan ini memberatkan warga Asghabat yang memiliki mobil hitam. Mereka harus merogoh kocek sekitar 7000-11 ribu manat (Rp55,3 juta-Rp86,9 juta) untuk mengecat ulang mobil hitam.

Larangan mobil berwarna hitam sebenarnya bukan barang baru di Turkmenistan. Pada 2015, negara yang berada di Asia Tengah ini melarang impor mobil hitam pada 2015. Larangan ini tidak disertai dengan alasan yang jelas, kecuali warna putih membawa keberuntungan. Lalu, pada November 2017, negara ini mengharuskan kantor pemerintah hanya boleh mengendarai mobil putih.

Usut punya usut, ternyata larangan mobil hitam lalu lalang di Asghabat ini karena sang presiden, Presiden Gurbanguly Berdymukhammedov, menyukai warna putih. Gurbanguly suka berpakaian serba putih sampai mengendarai kuda putih.

(Sah)

 

 

#MovieTalks - Terbang Menembus Langit