Liverpool Diincar Saudagar Timur Tengah

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 7 Januari 2015 13:31
Liverpool Diincar Saudagar Timur Tengah
John W Henry dikabarkan tengah berpetualang ke Dubai untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan sejumlah pebisnis Arab.

Dream - Tumpukan harta perusahaan Timur Tengah membuat banyak klub sepakbola Inggris tergiur. Setelah Manchester City, klub raksasa Liverpool kini tengah berharap bisa meraup dana dari pebisnis tanah Arab ini.

Mengutip laman Guardian.co.uk, Rabu, 7 Januari 2015, pemilik Liverpool, John W Henry dikabarkan tengah berpetualang ke Dubai untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi.

Agenda Henry menemui sejumlah saudagar kaya Uni Emirat Arab (UEA) ini adalah untuk membuka peluang investasi di klubnya. Liverpool saat ini memang tengah membutuhkan dana perluasan stadion utama Anfield yang ditaksir mencapai 75 juta poundsterling atau Rp 1.45 triliun.

Selain istrinya, kunjungan bisnis Henry ke Dubai juga ditemani mantan bos Liverpool, Rick Perry.

Sementara itu, laman Dailymail melaporkan Henry mengadakan pertemuan dengan Abedin, salah seorang pebisnis yang dekat dengan keluarga kerajaan UEA. Sebelumnya, pebisnis ini telah mengajukan penawaran untuk menjadi investor Liverpool pada 2007.

Abedin juga tercatat sebagai CEO dari Dubai Healthcare City dan anggota direksi dari perusahaan properti UEA, Emaar. Perusahaan inilah yang membangun menara pencakar langt, Burj Khalifa.

Dari penelusuran juga diketahui jika Abedin memiliki hubungan dekat dengan wakil presden dan menteri utama UEA, Mohammed bin Rashid Al Maktoum.

Sayangnya, Perry membantah jika perjalanan bisnisnya ke Negeri Timur Tengah ini dalam rangka mencari investor bagi perusahaan. Perry berdalih dirinya hanya memiliki hubungan yang baik dengan pebisnis dari UEA dan Arab Saudi.

Meski dibantah, Liverpool saat ini memang membutuhkan sokongan dana untuk tetap berjaya. Belum lama ini, Liverpool baru saja mengantongi kontrak baru sponsor dari Standar Chartered senilai 20 juta pound sterling hingga akhir musim.

Henry memang menginginkan klubnya untuk memilikan ikatan yang kuat dengan penggemarnya di Timur Tengah dalam upaya mencari peluang komersial. Namun, dirinya senantiasa membantah upaya penjualan saham ke saudagar UEA. (Ism)

Beri Komentar