Suasana Sore Di Doha, Qatar
Dream - Gejolak harga bahan pangan biasanya menjadi momok sebuah negara dalam menjaga kestabilan laju inflasi. Namun, rumus ini tak berlaku bagi negara-negara kaya di kawasan Arab.
Penduduk negeri kaya minyak, Qatar, justru sangat khawatir jika harga furnitur, tekstil, dan peralatan rumah tangga melonjak tinggi. Alasannya, kenaikan harga tiga barang itu akan mendorong meningkatnya harga sewa rumah.
Di Qatar, kenaikan harga ketiga produk yang mencapai 2,8% rupanya mampu mendorong kenaikan harga sewa rumah hingga 6,8%. Kenaikan ini didasarkan kondisi pada akhir April lalu dibanding April tahun sebelumnya.
Akibatnya, data Kementerian Perencanaan Pembangunan dan Statistik Dubai mencatat, laju inflasi April di negara kaya itu meningkat 0,2% dibandingkan Maret 2014.
Hampir sebagian besar pengeluaran rumah tangga penduduk Qatar memang ditujukan untuk sewa rumah, transportasi, dan komunikasi. Sayangnya, ketiga sumber pengeluaran belanja ini justru terus mengalami kenaikan harga.
Selain harga sewa rumah, biaya angkutan dan komunikasi tercatat naik sekitar 0,1% dibandingkan bulan Maret. Kenaikan harga energi dan bahan bakar ini memukul inflasi karena besarnya kontribusi kedua komoditas itu terhadap perhitungan inflasi, yaitu sebesar 32,2%.
Beruntung tidak semua komoditas mengalami kenaikan. Makanan, minuman, dan tembakau justru menekan inflasi sebesar 0,4% dibandingkan bulan Maret. Begitupun dengan harga hiburan, rekreasi, pelayanan , pakaian, dan alas kaki yang mengalami deflasi pada bulan April ini. (Ism)