Untung Mandiri Syariah Naik Double Digit Sampai Agustus 2020

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 25 September 2020 19:45
Untung Mandiri Syariah Naik Double Digit Sampai Agustus 2020
Pembiayaan dan DPK jadi sumber pertumbuhan Mandiri Syariah

Dream - Bank Mandiri Syariah mencatat kinerja memuaskan hingga Agustus 2020. Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk itu melaporkan laba setelah pajak perusahaan mencapai Rp957 miliar. Pertumbuhan laba ini didorong oleh kenaikan pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK).

" Angkanya naik 26,58 persen dari Agustus 2019 yang sebesar Rp756 miliar," kata Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni E.B. Subari dalam " Media Workshop Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah: Ekonomi & Perbankan Syariah Energi Baru untuk Pemulihan Ekonomi Nasional" , Jumat 25 September 2020.

Jelang kinerja kuartal III-2020 ini, Mandiri Syariah telah menyalurkan pembiayaan hingga mencapai Rp76,66 triliun. Dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya, pembiayaan Mandiri Syariah naik 6,18 persen dari Rp72,20 triliun pada AGustus 2019.

Bank Mandiri Syariah© Bank Mandiri Syariah (Foto: Facebook @syariahmandiri)

 

1 dari 3 halaman

Pertumbuhan double digit perusahaan juga dialami dalam perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK). Tony melaporkan DPK Mandiri Syariah bertambah dari Rp87,58 triliun pada Agustus 2019 menjadi Rp99,12 triliun.

" Naik 13,17 persen," kata dia.

Dengan besarnya penyaluran pembiayaan, Mandiri Syariah selalu berusaha menjaga kualitas pembiayaan. Rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) bank syariah dengan aset terbesar ini berada di level 2,51 persen pada Agustus 2019.

" Turun 0,27 persen dari Agustus 2019 yang sebesar 2,78 persen," kata Toni.(Sah)

2 dari 3 halaman

Kinerja Perbankan Syariah Hingga Juli 2020 Ungguli Bank Konvensional

Dream - Kinerja perbankan syariah sukses mengungguli bank konvensional. Pertumbuhan ini terlihat dari perbandingan bank syariah dengan bank konvensional dari sisi aset, dana pihak ketiga (DPK), dan pembiayaan.

Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO), Toni E. B. Subari, melaporkan aset perbankan syariah hingga Juli 2020 aset perbankan syariah tumbuh 9,88 persen (yoy), pembiayaan 10,23 persen, dan dana pihak ketiga (DPK) 8,78 persen.

Pencapaian bank syariah itu lebih baik dari perbankan konvensional yang mencatat pertumbuhan aset 5,37 persen, kredit 1,04 persen, dan DPK 8,44 persen.

" Ini artinya perbankan syariah semakin diminati masyarakat. Masyarakat semakin percaya kepada bank syariah," kata Toni dalam webinar " Media Workshop Literasi dan Inklusi Perbankan Syariah: Ekonomi & Perbankan Syariah Energi Baru untuk Pemulihan Ekonomi Nasional" , Jumat 25 September 2020.

Namun diakui Toni, kinerja perbankan syariah di indikator lain masih harus menjadi perhatian pelaku keuangan halal.

 

3 dari 3 halaman

Tantangan yang Dihadapi

ASBISINDO mencatat angka pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) gross perbankan syariah 3,50 persen. Angka ini lebih tinggi daripada NPL perbankan konvensional yang sebesar 3,33 persen dan nasional 3,1 persen.

" Namun, angkanya masih berada di bawah 5 persen. Ini masih di posisi aman," kata dia.

Selain pertumbuhan, Toni mencatat ada tantangan yang dihadapi perbankan syariah. Misalnya, jumlah jaringan bank konvensional yang lebih banyak daripada syariah. Tercatat jumlah jaringan konvensional ada 28.775, sedangkan syariah ada 2.333 jaringan.

" Satu cabang konvensional melayani 9.297 nasabah, sedangkan 1 cabang syariah melayani 115.780. Alhamdulillah ada solusi di bagian perkembangan digital," kata dia.

Tantangan berikutnya adalah indeks literasi dan Inklusi masyarakat. Toni menyebut indeks inkusi perbankan konvensional sebesar 67,82 persen dan literasi 29,66 persen.

" Di syariah, angka literasi masyarakat sebesar 8,11 persen dan inklusi 11,06 persen," kata dia.

Beri Komentar