Usai Unilever, Kini Adidas dan Ford Ikut Boikot Iklan di Facebook

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 30 Juni 2020 11:40
Usai Unilever, Kini Adidas dan Ford Ikut Boikot Iklan di Facebook
Perusahaan-perusahaan ini ingin platform media sosial menghentikan persebaran hate speech dan misinformasi.

Dream – Perusahaan-perusahaan raksasa yang memboikot beriklan di Facebook terus bertambah. Mereka mendesak Facebook melakukan upaya lebih banyak untuk menghentikan ujaran kebencian dan misinformasi.

Raksasa-raksasa seperti Adidas, Reebok, dan Ford kini bergabung dalam kampanye #StopHateForProfit. Sebelumnya aksi serupa dilakukan raksasa perusahan consumer good, Unilever.

Dikutip dari CNBC, Selasa 30 Juni 2200, perusahaan-perusahaan yang tergabung, akan menghentikan pemasangan iklan pada Juli 2020. Namun dari sekian perusahaan yang menghentikan pemasangan iklan di Facebook, tak ada satu pun dari mereka yang berada di 100 pembelanja iklan teratas di Facebook sepanjang tahun ini.

Kampanye boikot iklan itu terlihat tak mengganggu investor hari Senin 29 Juni 2020. Ini terlihat dari harga saham Facebook naik lebih dari 2 persen.

Berikut ini adalah daftar perusahaan yang menghentikan pemasangan iklan di Facebook per Juli 2020.

1 dari 5 halaman

Ini Rinciannya

1. Adidas dan Reebook akan menangguhkan pemasangan iklan di Facebook dan Instagram hingga akhir Juli.

2. Ritel elektronik konsumen, Best Buy, berhenti iklan mulai 1 Juli.

3. Pemasok produk pembersih, Clorox, berhenti pasang iklan di Facebook dan Instagram hingga Desember 2020.

4. Jaringan fast food, Denny, berhenti memasang iklan di Facebook atau Instagram selama Juli 2020.

2 dari 5 halaman

Ford dan HP Juga Ikut Kampanye Boikot Iklan

5. Edgwell Personal Care berhenti bayar iklan di Amerika Utara dan Eropa untuk 25 mereknya di Facebook dan Instagram.

6. Ford berhenti sementara pasang iklan di semua media sosial di Amerika Serikat selama 30 hari ke depan.

7. HP akan menghentikan iklan Amerika Serikat di Facebook.

8. Puma akan menyetop iklan di Facebok dan Instagram selama Juli 2020. 

3 dari 5 halaman

Gagal Cegah Hate Spech, Perusahaan Kakap Ogah Iklan di Facebook

Dream – Facebook kembali dirundung masalah. Sejumlah perusahaan besar menarik dananya untuk berpromosi di platform media sosial terbesar dunia tersebut. Perusahaan raksasa milik Mark Zuckerberg ini dianggap gagal mencegah persebaran kebencian (hate speech).

Dikutip dari CNN, Senin 29 Juni 2020, penarikan dana promosi di Facebook salah satunya dilancarkan raksasa produk barang konsumsi, Unilever. Perusahaan asal Peranis ini menarik iklan di Amerika Serikat dari Facebook, Instagram, dan Twitter.

Unilever beralasan pengguna tiga media sosial sering membahas kondisi politik yang terpolarisasi, termasuk embel-embel ujaran kebencian.

 

 © Dream

 

Komitmen perusahaan untuk menahan berpromosi di tiga platform sosial media itu akan berlangsung hingga akhir 2020. Pemilik merek Dove, Pepsodent, dan lain-lain ini akan mengawasi dan meninjau ulang pembatasan iklan ke depannya seiring dengan perilaku masyarakat.

Keputusan perusahaan raksasa dunia mengurangi belanja iklan di sosial media membuat saham ketika perusahaan platform tersebut anjlok 7 persen pada minggu lalu.

4 dari 5 halaman

Unilever Tak Sendirian

Selain Unilever, merek-merek lainnya yang menarik iklannya dari Facebook adalah Starbucks. Jejaring kedai kopi ini memutuskan untuk menghentikan semua iklan di media sosial, termasuk Facebook.

Sekadar informasi, pada 2019, Starbucks menganggarkan dana US$94,8 juta atau sekitar Rp1,34 triliun untuk beriklan di Facebook.

Ada juga Honda yang mencabut iklannya dari Facebook dan Instagram. Pencabutan iklan ini sejalan dengan misi perusahaan, yaitu melawan kebencian dan rasisme.

Perusahaan fesyen Levi Strauss (Levi’s) juga menarik iklannya dari Facebook dan Instagram. Keputusan ini diambil karena Facebook gagal menyetop penyebaran ujaran kebencian dan misinformasi.

Coca Cola juga menghentikan semua iklan di media sosial, tak hanya Facebook. Penghentian iklan itu berlangsung selama 30 hari, dimulai dari Juli 2020. Melalui keputusan itu, perusahaan minuman ringan ini meminta media sosial untuk mengendalikan kebencian, kekerasan, dan konten yang tidak pantas.

“ Kami akan meminta mereka tahu bahwa kami menginginkan akuntabilitas yang tinggi, aksi, dan transparensi dari mereka,” ujar perusahaan.

5 dari 5 halaman

Harta Mark Zuckerberg Amblas

Aksi boikot ini turut berdampak kepada sang pendiri, Mark Zuckerberg. Dikutip dari Liputan6.com yang melansir Phone Arena, Mark dikabarkan kehilangan kekayaannya sebesar US$7 miliar (Rp99,32 triliun). Hal ini disebabkan oleh penurunan harga saham Facebook.

Meskipun merosot tajam, Zuckerberg masih mengantongi kekayaan senilai US$82,3 miliar (Rp1.165,52 triliun).

Sekadar informasi, menanggapi pemboikotan iklan, dia sempat membahasnya kepada karyawan dan mengumumkan sejumlah perubahan soal kebijakan di Facebook. Salah satunya adalah menandai unggahan yang melanggar aturan.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Agustinus Mario Damar)

Beri Komentar