Virus Corona Tak Halangi China Cetak Miliarder Baru, Malah Kalahkan AS

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 27 Februari 2020 14:48
Virus Corona Tak Halangi China Cetak Miliarder Baru, Malah Kalahkan AS
Malah jumlah orang kayanya yang baru, melebihi Amerika Serikat.

Dream - Wabah virus corona tak memengaruhi China untuk melahirkan miliarder-miliarder baru. Jumlah orang tajir-melintir yang lahir dari Negeri Tirai Bambu justru lebih banyak daripada Amerika Serikat.

Lihat saja daftar peringkat Hurun Report yang memeringkat 2.816 miliarder dari 71 negara daan 2.182 perusahaan dalam Hurun Global Rich List 2020. Hasilnya, ada 1.811 miliarder yang meningkat kekayaannya, 479 pendatang baru, 604 yang kekayaannya turun, dan 130 yang hartanya terjun bebas. Ada jug 369 miliarder yang hartanya segitu-gitu saja.

Yang menarik adalah China. Negara ini melahirkan 182 miliarder baru sehingga jumlahnya mencapai 799 orang. Angka ini tiga kali lipat jumlah miliarder Amerika Serikat yang hanya mencetak 59 miliarder baru dari total 626 miliarder.

“ Jumlah ini memperlebar ‘jurang’ dengan Amerika Serikat. Saat ini, China punya jumlah miliarder yang lebih banyak daripada Amerika Serikat dan India,” kata Hurun Report Chairman and Chief Researcher, Rupert Hoogewerf.

Rupert juga menegaskan, tahun lalu sampai akhir 2020, saham-saham teknologi di China meroket 77 persen dan farmasi 37 persen. Kenaikan ini mengalahkan saham dunia sebesar 16 persen.

“ Sebuah ledakan dalam penilaian saham teknologi dan pasar saham yang kuat di seluruh Amerika Serikat, India, dan China, mendorong miliarder mencapai rekor yang tinggi,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Wabah Corona Bangkitkan Industri Game dan Farmasi Tiongkok

Wabah virus corona memang menumbangkan beberapa sektor bisnis di China. Sebut saja ritel, otomotif, dan pariwisata. Akan tetapi, virus berkode Covid-19 itu justru bisa menumbuhkan sektor-sektor bisnis lainnya, seperti vaksin, edukasi online, sampai games.

Misalnya, saat sekolah-sekolah tutup sejak Imlek, bisnis provider edukasi onlinne, seperti Genshuixue milik Cheng Xingdong dan TAL Education punya Zhang Banxin. Bisnis vaksin milik wirausahawan An Kang, Hualan Biological Engineering melesat 23 persen.

2 dari 6 halaman

Rp72 M untuk Influencer Wisata Tangkal Corona, Mau Pakai BTS?

Dream - Pemerintah menganggarkan dana Rp 71 miliar bagi influencer untuk mempromosikan wisata di Indonesia yang terdampak wabah virus corona. Rencananya, jasa influencer asing akan digunakan.

Dikutip dari Merdeka.com, Kamis 27 Februari 2020, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mengatakan influencer yang digunakan berasal dari negara target pariwisata di Indonesia.

“ Ada Eropa, Australia, Middle East, India. Masak orang Amerika promosiin buat India. Kan, beda lagi. Jadi, memang seperti itu,” kata Wishnutama di Jakarta.

 

 © Dream



Dia masih menghitung jumlah anggaran untuk influencer. Wishnutama berkelakar tak bisa menyewa BTS, boyband asal Korea Selatan.

Dikatakan, anggarannya tak mencukupi untuk menyewa jasa boyband yang punya penggemar di seantero dunia.

“ Range-nya, kan, macam-macam. Kalau bilang BTS, ya, nggak akan sanggup. Itu lebih dari US$10 juta (Rp138,96 miliar) kali,” kata Wishnutama.

3 dari 6 halaman

Jadi Siapa Saja, Nih, Influencernya?

Saat ditanya siapa saja influencer yang akan digandeng untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, Wisnhutama belum mengungkapkannya. Dia akan melihat viewers di YouTube ataupun media sosial.

“ Jadi, kita cari. Misalnya si A, engagement-nya berapa, viewers nya berapa di YouTube atau Instagram. Nah dari gitu-gitu lah yang akan kita lihat. Yang paling bagus, akan kita approach,” kata dia.

Semakin tinggi tingkat interaksi influencer dengan masyarakat, harga untuk menyewa mereka akan semakin mahal. Namun, yang terpenting para influencer internasional ini mau mempromosikan wisata Indonesia.

“ Mereka mau apa tidak, itu harus ditanya. Mau ga promosiin Indonesia. Belum tentu mau. Kalaupun mau berapa harganya, kita harus negosiasi. Kan gitu,” kata dia.

Sekadar informasi, pemerintah menganggarkan dana Rp103 miliar untuk kegiatan promosi pariwisata. Rinciannya Rp25 miliar untuk kegiatan pariwisata dan Rp72 miliar untuk influencer.

4 dari 6 halaman

Pariwisata Indonesia Rugi Rp6,9 Triliun Gara-Gara Virus Corona

Dream - Virus Corona yang bermula di Wuhan, China, tak hanya menyebabkan kematian manusia. Virus yang belum ada penangkalnya tersebut juga menjangkiti bisnis pariwisata, termasuk di Indonesia.

" Sektor pariwisata diprediksi kehilangan potensi pendapatan sebesar USD 500 juta per bulan karena terdampak wabah Coronavirus," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 25 Februari 2020.

Dengan kurs US$1 setara dengan Rp13.951, angka itu senilai Rp6,9 triliun. Menurut Luhut, potensi kerugian itu berdasarkan laporan Bank Indonesia.

 

 © Dream

 

Selain sektor pariwisata, sejumlah proyek yang sedang digeber Indonesia menjadi terhambat, salah satunya pembangunan kereta cepat Jakarta - Bandung. Menurut Luhut, hambatan tersebut tergung seberapa lama virus Corona bisa dihentikan.

" Kemungkinan akan molor beberapa bulan dari jadwal," tambah Luhut.

Dia menambahkan, pemerintah sudah melakukan berbagai antisipasi yang sesuai dengan petunjuk Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Sumber: Liputan6.com [crosslink_1]

5 dari 6 halaman

Siapkan Insentif Rp298 M, Tiket Pesawat Didiskon Sampai 50%

Dream - Wabah virus corona membuat sektor pariwisata Indonesia terdampak. Sejak wabah dari virus bernama Covid-19 ini merajarela ke sejumlah kota di China, jumlah kunjungan turis Tiongkok merosot. Tak hanya ke Indonesia, pelancong dari negeri tirai bambu ini juga tak bepergian ke negara lain. 

Mengantisipasi penurunan lebih tajam dari sektor pariwisata, pemerintah menyiapkan insentif senilai Rp298 miliar untuk mendongkrak target kunjungan wisatawan mancanegara yang dipatok sebanyak 736 ribu orang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio dikutip dari setkab.go.id, Rabu 26 Februari 2020 mengatakan insentif ini diberikan ke sejumlah negara yang selama ini menyumbang Wisman cukup besar seperti Tiongkok, Australia, Amerika, dan Eropa.

 

 © Dream



Sektor pariwisata Indonesia selama ini memang menjadi tumpuan untuk pendapatan negara. Wishnutama mengungkapkan rata-rata pengeluaran para turis di Indonesia (Average Spending per Arrival/ASPA) mencapai puluhan juta rupiah..

“ Kurang lebih kami targetkan yang ASPA di atas US$1.700 (Rp23,53 juta) per kunjungan sehingga akan mempunyai dampak ekonomi yang besar buat Indonesia,” kata dia di Jakarta.

6 dari 6 halaman

Bisa Dapat Devisa Rp13 Triliun

Dari 736 ribu turis, Wishnutama memperkirakan devisa yang dihasilkan mencapai Rp13 triliun. Angka ini juga termasuk dengan destinasi-destinasi dari wisatawan Nusantara.

“ Tadi ada diskon 30 persen untuk 25 persen seat plus dengan diskon avtur. Secara total, sepuluh destinasi dapat (diskon) 50 persen untuk 25 persen kursi yang ada. Kalau bicara Boeing 737, kira-kira ada 45 seat yang mendapatkan diskon,” kata dia.

Soal Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp147 miliar di 25 daerah, menurut Wishnu, akan dialihkan 96 persen yang berkaitan dengan industri pariwisata agar dapat menggerakan ekonomi pariwisata.

“ Angka daripada DAK yang avaliable begitu juga kita harapkan yang Rp 50 M lebih itu juga mempunyai dampak terhadap pariwisata. Jadi secara umum demikian,” kata dia.

Beri Komentar
5 Kiat Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Biar Nggak Gampang Sakit Bersama Tolak Angin