Satu-satunya Menteri Jokowi yang Tak Pakai WhatsApp

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 19 Oktober 2019 12:01
Satu-satunya Menteri Jokowi yang Tak Pakai WhatsApp
Lalu, pakai apa untuk berkomunikasi?

Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan satu hal tentang Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono. Ada satu hal yang berbeda dari Basuki di antara para menteri Joko Widodo selama 2014—2019.

Apa itu?

Dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 19 Oktober 2019, Sri Mulyani menyebut Basuki tak menggunakan WhatsApp selama menjabat sebagai menteri. Untuk berkomunikasi pun, menteri yang mahir nge-drum masih mengandalkan SMS dan panggilan telepon.

“ Dia satu-satunya menteri yang tidak pakai WhatsApp. Jadi, masih SMS-an. Kalau yang lain, (pakai) WhatsApp,” kata Sri Mulyani yang disambut tawa oleh Basuki di Jakarta.

Basuki mengakui dirinya memang lebih banyak menggunakan telepon dan SMS, terutama untuk menghubungi Sri Mulyani. Tak lama kemudian, permintaan ini langsung mendapatkan balasan.

" Saya kalau menghubungi Bu Sri Mulyani, 'Mbak, saya ada ini, ada itu. Tolong ya,' pasti 5 menit kemudian langsung dijawab. Makanya Ibu Sri Mulyani itu memang baik. Saya kalau apa-apa sangat takut berbuat salah, makanya anggaran kalau bisa sesuai," kata dia.

1 dari 6 halaman

Keinginan Sri Mulyani Indrawati Saat Kariernya Telah Berakhir

Dream - Usia Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla tinggal hitungan hari. Memasuki masa akhir jabatannya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat menitipkan wejangan kepada para pegawai Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Salah satu wejangan mantan direktur Bank Dunia itu menyangkut keinginannya di akhir masa kariernya.

" Nantinya di akhir karir, saya mengatakan dalam hati bahwa saya telah memberikan yang terbaik untuk bangsa ini," tulis Sri Mulyani di unggahan akun Instagramnya, Selasa, 8 Oktober 2019.

 

 

Sri Mulyani mengatakan kemenangan dan kesempurnaan hidup hakiki baginya adalah ketika dia tak pernah mengkhianati hati nurani, tidak pernah menggadaikan harga diri, dan integritas.

Selama bertugas sebagai orang nomor satu di jajaran Kemenkeu, mantan pengamat ekonomi itu mengaku selalu meletakkan hati, pikiran, dan perasaan kepada Bea Cukai.

" Bukan hanya karena cinta, tapi karena saya ingin membuktikan bahwa Republik Indonesia bisa maju dan diperbaiki," tulisnya.

 

2 dari 6 halaman

Hidup Bukan Tentang Materi

Selama ini, Menkeu melihat telah banyak perubahan terjadi di Ditjen Bea Cukai. Namun pencapaian itu tak lantas membuat pegawainya terlena.

" Selalu saling mengingatkan, disiplin, dan saling menjaga. Ciptakan role model dan panutan di setiap lini," pesannya.

Di depan pegawai Bea Cukai, Sri Mulyani mengingatkan jika dedikasi yang telah ditunjukan tidak hanya bermanfaat di dunia, tapi juga bernilai ibadah untuk kehidupan setelah di dunia.

" Jangan pernah merasa bahwa Anda tidak penting. Setiap tingkah laku, cara berfikir, dan kinerja masing-masing dari Anda sangat mempengaruhi nasib bangsa ini."

Pada bagian lain, Sri Mulyani tak lupa berpesan jika hidup bukan hanya soal materi, tapi semua tentang suatu kehormatan. Untuk itu dia mengajak pegawai Bea Cukai jangan pernah takut melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

" Bukan tentang untung dan rugi yang Anda dapat, tapi ini semua tentang dedikasi Anda untuk membantu kemajuan perekonomian Republik Indonesia," pesannya.

3 dari 6 halaman

Sri Mulyani Berduka, Kehilangan Sosok Pejabat Hangat di Kemenkeu

Dream - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tengah berduka. Wanita yang dikenal dekat anak buahnya itu baru saja ditinggal salah satu pegawainya.

Meski hanya pegawai berpangkat eselon 2, Sri Mulyani beserta beberapa jajaran pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyempatkan diri melayat ke rumah duka.

Duka Bendahara Negara itu disampaikannya lewat sebuah unggahan di akun Instagramnya, @smindrawati pada Kamis, 26 September 2019.

" Tadi malam keluarga besar Kementerian Keuangan menerima berita duka atas meninggalnya Ibu Hana Sri Juni Kartika, salah satu pejabat eselon dua di @kemenkeuri yang menjabat sebagai Sekretaris Pengadilan Pajak, Sekretariat Jenderal," tulis Sri Mulani.

 

4 dari 6 halaman

Sosok Pegawai Pajak yang Buat Hati Menkeu Bersedih

Menurut Sri Mulyani, pegawainya yang biasa disapa Ibu Hana meninggal dunia akinat sakit kanker yang dideritanya. Selama bekerja, mendiang dikenal sebagai salah satu pejabat yang hangat dalam bergaul dan selalu semangat dalam bekerja mengabdi pada negara.

Karirnya mendiang diawali di Kemenkeu pada tahun 1990. Kala itu Hanna diterima bekerja di Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan.

Almarhumah memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Diponegoro, gelar LLM dari University of Melbourne pada tahun 1996 dan berhasil memperoleh gelar Doktor di Universitas Diponegoro pada tahun 2013.

"Doa kami semua agar beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan untuk keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan serta kesabaran," ujarnya.

      View this post on Instagram

Tadi malam keluarga besar Kementerian Keuangan menerima berita duka atas meninggalnya Ibu Hana Sri Juni Kartika, salah satu pejabat eselon dua di @kemenkeuri yang menjabat sebagai Sekretaris Pengadilan Pajak, Sekretariat Jenderal. Ibu Hana meninggal setelah menderita sakit kanker yang dideritanya. Kami berduka cita dan kehilangan salah seorang pejabat yang dikenal hangat dalam bergaul dan selalu semangat dalam bekerja mengabdi pada negara. Karirnya di Kementerian Keuangan berawal pada tahun 1990 di Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan. Almarhumah memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Diponegoro, gelar LLM dari University of Melbourne pada tahun 1996 dan berhasil memperoleh gelar Doktor di Universitas Diponegoro pada tahun 2013. Atas nama negara dan seluruh jajaran Kementerian Keuangan, saya menyampaikan bela sungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga Ibu Hana, suami dan putra putrinya. Doa kami semua agar beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan untuk keluarga yang ditinggalkan mendapat kekuatan serta kesabaran. Jakarta, 26 September 2019

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on 

5 dari 6 halaman

Cerita Menkeu `Ditodong` Permintaan Bocah SD

Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mendapatkan “ surat cinta” yang dikirimkan oleh anak-anak SD. Ada 10 surat terpilih yang ditujukan untuk orang nomor satu Kementerian Keuangan itu yang didapat dari kegiatan Kemenkeu Mengajar pada Oktober 2017.

“ Suatu kebanggaan dan keharuan buat saya untuk menjawab satu per satu surat tersebut. Sebagai calon pemimpin dan penerus tongkat estafet bangsa Indonesia, anak-anak perlu diberikan rasa optimism, diajarkan nilai-nilai kesopanan dan semangat kebangsaaan sedini mungkin,”tulis dia di akun resmi Instagramnya, dikutip Selasa 12 Desember 2017.

Isi sepuluh surat ini beraneka macam. Ada yang memuji kehebatan dan kecantikan Sri Mulyani. Ada yang meminta dia untuk mendoakan sang pengirim agar bisa menjadi dokter/menteri.

Namun unggahan dari seorang siswi SDN Menteng 03 paling menarik perhatian. 

6 dari 6 halaman

Bocah SD Minta Emas dan Pulsa

Lewat secarik kertas, Siswa bernama Fadavi, meminta Sri Mulyani untuk membelikannya emas hingga pulsa senilai Rp200 ribu.

“ Bu Sri Mulyani, saya minta 1 kg emas dan 2 kucing angora, 1 laki 1 perempuan kucing dan pulsa Rp200 ribu Telkomsel ke 0812xxxx,” tulis Fadavi.

 Anak SD minta pulsa sampai emas kepada Sri Mulyani.

Menanggapi surat itu, Sri Mulyani menasihati Fadavi supaya tidak terlalu banyak bermain gawai. Dia juga bertanya emas 1 kg akan digunakan untuk apa. Tak lupa mantan pejabat Bank Dunia itu turut mendoakan anak ini supaya menjadi anak pintar dan bisa membeli emas sendiri.

“ Wah minta 1 kg emas mau dipakai untuk apa Fadavi? Bagus Fadavi suka memelihara kucing, jangan banyak main dengan telpon ya, nanti lupa belajar dan bermain dengan teman. Semoga Fadavi jadi anak pintar dan terus rajin belajar supaya nanti dapat membeli 1 kg emas sendiri,” balas Sri Mulyani.

(Sah)

Beri Komentar
Detik-detik Bom Bunuh Diri Meledak di Polrestabes Medan