Jangan Didiamkan! Ini 5 Jenis Pelecehan di Tempat Kerja yang Wajib Diketahui

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 29 Juli 2021 07:12
Jangan Didiamkan! Ini 5 Jenis Pelecehan di Tempat Kerja yang Wajib Diketahui
Berikut jenis pelecehan seksual yang patut diketahui dan diwaspadai.

Dream - Kekerasan atau pelecehan seksual dapat terjadi pada siapapun dan dimanapun, baik laki-laki maupun perempuan. Namun kebanyakan korban acap kali bingung perilaku seperti apa yang termasuk kekerasan atau pelecehan seksual.

Menurut Maria Puspita, Psikolog Associate Psikolog Yayasan Pulih, kekerasan seksual merupakan perilaku yang tidak bisa diterima yang membuat seseorang merasa terhina, dipermalukan atau diintimidasi.

" Kekerasan seksual juga termasuk (kondisi) menguasai, memanipulasi sehingga membuat korban yang terlibat merasa tidak suka. Termasuk korban mengalami keterbatasan pilihan," ujar Maria dalam konferensi pers virtual Obrolan Kantor: Seberapa Aman Kantormu dari Kekerasan Seksual, Rabu 28 Juli 2021.

Bukan hanya di ruang terbuka, ternyata pelecehan seksual juga bisa terjadi di lingkup ruang kerja. Agar mudah mengidentifikasi pelecehan seksual di lingkungan kerja, berikut jenis pelecehan seksual yang patut diketahui dan diwaspadai.

1 dari 5 halaman

1. Pelecehan Sesama Pekerja

Pelecehan seksual di tempat kerja bisa terjadi oleh orang manejerial atau pemegang jabatan tinggi.

" Ada tiga hal yang menyebabkan kekerasan seksual di lingkungan kantor. Ada relasi kuasa, ketidaksetaraan gender, dan pelaku tidak mendapatkan konsekuensi dari tindakannya," jelas Maria.

Psikolog Yayasan Pulih tersebut menjelaskan, relasi kuasa merupakan kondisi dimana suatu pihak merasa memiliki power di atas pihak korban. Kemudian ketidaksetaraan gender memang hal umum yang terjadi di lingkup kantor, dimana ada satu gender yang merasa derajatnya lebih tinggi dari gender lainnya.

Sedangkan yang terakhir, tindakan kekerasan seksual di lingkungan kantor marak terjadi lantaran banyaknya pelaku tidak mendapat konsekuensi setimpal atas perbuatannya.

" Tindakan dan hukuman tegas diperlukan untuk memberikan rasa jera bagi pelaku," terangnya.

2 dari 5 halaman

2. Pelecehan Seksual Secara Fisik

Ilustrasi© Shutterstock

Pelecehan seksual juga diartikan sebagai tindakan seksual secara fisik yang bisa memengaruhi kinerja seseorang di lingkungan kerjanya karena merasa tidak nyaman.

Jenis pelecehan seksual secara fisik misalnya:

- Menyentuh bagian tubuh tanpa izin
- Menatap hingga membuat tak nyaman
- Memberikan isyarat cabul (seperti mengigit bibir, menjilat, dan lain-lain).
- Menggesekkan tubuh/sentuhan fisik
- Menguntit
- Melakukan kekerasan seksual
- Rudapaksa

 

3 dari 5 halaman

3. Pelecehan Secara Verbal

Soal pelecehan secara verbal, Maria mengakui banyak pekerja yang belum menyadari bahwa pelecehan seksual tidak melulu soal fisik.

" Kekerasan verbal termasuk komentar atau candaan bersifat seksual, kehidupan pribadi, komentar bagian tubuh, permintaan untuk bekencan atau berhubungan seksual, hingga hinaan yang bersifat sekual," terang Maria.

Tak hanya menurunkan kinerja karyawan, pelecehan seksual secara verbal juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental dan emosi pekerja.

4 dari 5 halaman

4. Diskriminasi Gender

Ilustrasi© Shutterstock

Diksriminasi gender di tempat kerja ketika seorang atasan, rekan kerja, atau pihak lain memperlakukan diri dengan tidak adil berdasarkan jenis kelamin.

Misalnya, atasan menolak untuk mempromosikan jabatan yang lebih tinggi bukan karena hasil kinerja buruk, melainkan karena seorang pekerja berjenis kelamin laki-laki ataupun perempuan. Ini termasuk jenis pelecehan seksual.

5 dari 5 halaman

5. Ajakkan Berhubungan Seksual

Mengajak, meminta, hingga memaksa pekerja untuk melakukan hubungan seksuak termasuk dalam pelecehan seksual.

" Ada atasan yang bilang 'kalau kamu mau kencan sama saya atau tidur sama saya, jabatan kamu saya naikin kalau enggak mau saya pecat'. Hal seperti itu biasa terjadi di lingkungan kerja," terang Maria memberikan contoh kasus.

Kerap kali jenis pelecehan ini yang sulit ditangani korban karena sulitnya mendapat bukti atau pelaku tidak mengaku. Sehingga kredibilitas pengakuan sering dipertanyakan.

Itulah jenis pelecehan seksual yang kerap terjadi di tempat kerja dan harus diwaspadai. Maria menegaskan, jika pekerja mengalami hal tersebut segera melapor ke pihak HRD.

" Korban kekerasan seksual perlu penangan cepat dan tepat. Sehingga pekerja bisa tetap produktif dan kembali berkativitas seperti semula," tegas Maria.

Beri Komentar