Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Lustrasi BTS
Dream - Lembaga penilai merek dunia, Brandz telah merilis daftar 50 merek perusahaan termahal di dunia. BCA didaulat sebagai merek paling mahal dengan nilai valuasi Rp 136,9 triliun.
Posisi BCA jau meninggalkan pesaingnya di industri perbankan tanah air. Meski menguasai aset terbesar, Bank Mandiri hanya menempati posisi keempat, di bawah saudaranya Bank BRI.
Selain sektor perbankan, Brandz memetakan 50 mereka perusahan dari sektor lain. Selain bank, merek yang masuk daftar bergengsi ini juga banyak dihuni perusahaan yang bergerak di industri properti.
Menyusul merek perusahaan rokok, produk perawatan tubuh, makanan, dan minuman ringan. Sementara produk alat rumah tangga, hiburan, maskapai hanya memasukan satu nama. (Inilah 50 Merek Termahal di Indonesia)
Mengutip laporan BrandZ Top 50 Most Valuable Indonesian Brands, industri telekomunikasi Indonesia menyumbang tiga nama operator dengan merek termahal.
PT Indosat Tbk dengan merek Indosat, PT XL Axiata (XL), dan PT Telekomunikasi Sleuler (Telkomsel) dianggap memiliki brand yang menancap sekaligus relatif bervaluasi mahal.
Valuasi merek dari ketiga operator tersebut dilaporkan mencapai US$ 8,417 miliar. Porsinya mencapai 13 persen dari 50 merek termahal di Indonesia.
Lalu siapakah merek operator telekomunikasi termahal diantara ketiganya:
© Dream
3. Indosat
Peringkat Brandz 50: 16
Valuasi merek: US$ 1,012 miliar
Pernah menjadi perusahaan pelat merah, Indosat kini sudah beralih kepemilikan ke perusahaan Qatar, Ooredoo. Jauh sebelumnya, Indosat merupakan operator milik perusahaan asing.
Indosat termasuk salah satu operator komplit karena menawarkan jasa telekomunikasi dan jaringan. Tenar dengan brand IM3, Indosat menjadi operator andalan generasu muda. Tak ayal pemasukan semakin menggemuk dengan pasar ini.
© Dream
2. XL
Peringkat Brandz 50: 15
Valuasi merek: US$ 1,032 miliar
Perusahaan telekomunikasi yang sahamnya dikuasai perusahaan Malaysia, Axiata ini merupakan operator dengan pelanggan terbesar kedua. Belum lama ini perusahaan melakukan rebranding dengan membawa tagline Sekarang Bisa dibarengi peluncuran logo baru.
Layanan 4G menjadi fokus bisnis XL. Belum lama ini XL bahkan menggusur operator kecil Axis.
Kinerja XL pada kuartal I-2015 memang belum meyakinkan. Meski pendapatan berhasil dipertahankan, perusahaan merugi akibat pelemahan rupiah dan pembelian Axis.
© Dream
1. Telkomsel
Peringkat Brandz 50: 5
Valuasi: US$ 6,733 miliar
Operator setengah pelat merah ini didaulat sebagai pemilik merek operator termahal di Indonesia. Dengan 140 juta pelanggan, jangkauan Telkomsel sudah mengangkasa hampir 95 persen di langit Nusantara.
Telkomsel memang menjadi perintis bisnis seluler di Tanah Air. Baru-baru ini perusahaan mulai menjejakan kakinya di layanan 4G LTE dengan 300 ribu pelanggan.
Tahun ini Telkomsel untuk pertama kalinya mulai membuka layanan pelanggan di Mekah, Arab Saudi.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari