Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Karyawan Di Negara Mana Yang Paling Produktif? (Foto: Shutterstock)
Dream – Belum lama ini, Forbes merilis daftar negara pemilik sumber daya manusia (SDM) paling produktif. Daftar ini tercantum dalam laporan The Olympics of Work: Ranking The Most Productive.
Dilansir dari Forbes, Senin 19 Februari 2018, Forbes menganalisis 40 negara yang memiliki pekerja yang produktif. Data ini berasal dari sebuah perusahaan aplikasi manajemen, Redbooth, dan memperlihatkan hasil pekerjaan pegawai lintas industri yang berasal dari seluruh dunia.
Forbes menilai 40 negara dari kemampuan pekerja menyelesaikan proyek. Karyawannya memerlukan waktu 1-2 minggu untuk mengerjakan satu proyek.
Lalu, siapa yang tercepat?
Hasilnya, negara yang pekerjanya paling cepat mengerjakan tugas adalah Peru, Swedia, dan Indonesia. Karyawan di Peru memerlukan waktu rata-rata 10,2 hari untuk mengerjakan tugas, disusul oleh Swedia 13 hari, dan Indonesia 13,3 hari.
© Dream
Posisi keempat dan kelima dan keenam ada Tiongkok dan Chili yang masing-masing karyawannya memerlukan waktu 13,4 hari dan 13,7 hari untuk merampungkan tugas.
Ukraina memerlukan waktu 13,7 hari untuk mengerjakan satu proyek, Afrika Selatan 14 hari, dan Rusia 14,1 hari.
Sementara itu, Australia memerlukan waktu 14,7 hari dan Argentina 14,8 hari untuk menyelesaikan satu tugas.
Tak hanya tersingkat, para pekerja di Indonesia juga tercatat sebagai yang tercepat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu sepekan di dunia. Indonesia mendapat nilai 57 persen, atau sedikit dibawah peringkat teratas, Peru.
(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan