Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Minat pencari kerja tak pernah surut meski pandemik Covid-19 masih membatasi aktivitas dan memicu paranoid. Keinginan mencari kehidupan dan pekerja lebih baik membuat mereka terus berupaya mencari perusahaan impian.
Sebuah survei yang dilakukan Deka Insight bekerja sama dengan Job2Go, suatu platform pencarian pekerjaan, menemukan para pencari kerja memiliki satu faktor baru dalam mencari pekerjaan. Stabilitas perusahaan dan pekerjaan adalah faktor baru yang dicari para pelamar kerja.
" Hal ini berkait erat dengan kondisi pandemik saat ini," tulis Job2Go dalam keterangan tertulisnya dikutip Dream, Kamis, 20 Agustus 2020.
Survei Trend Minat dan Perilaku Pencari Kerja di Era New Normal ini dilakukan kepada 522 orang responden usia 20-34 tahun yang sedang mencari pekerjaan. Survey dilakukan pada Juli dan Agustus 2020 lalu.
Responden survey erdiri dari laki laki dan perempuan dengan rentang usia 20 sd 34 tahun dan menyatakan saat ini sedang mencari pekerjaan. Responden survei berasal dari Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Denpasar dan Makassar.
Sebanyak 53 persen responden memiliki pendidikan SMU atau sederajat disusul Sarjana (34%) dan Diploma (11%). Terkait status pernikahan, sebanyak 74 persen respondenmenyatakan belum menikah.
Berikut adalah hasil survei tren minat dan perilaku pencari kerja di Era New Normal:
Para pencari kerja mulai banyak memanfaatkan media digital sebagai sarana utama mendapatkan informasi lowongan kerja. Situs atau aplikasi pencarian menjadi medium paling banyak digunakan disusul media sosial.
Seiring teknologi yang semakin berkembang, cara melamar kerja saat ini lebih banyak dilakukan denga mengirimkan pesan elektronika (Email). Sebagian responden juga memanfaatkan situs atau aplikasi pencarian kerja seperti jobstreet, LinkedIn, Karir.com, Indeed, dan JOb2Go.
Sektor bisnis tradisional masih menjadi bidang pekerjaan yang banyak dicari para pelamar kerja. Urutan teratas bidang pekerjaan paling didambakan adalah keuangan, Food and Beverages, Market Place & e-Commerce, serta retail dan perdagangan.
Para pencari kerja juga banyak mengincar pekerja di bidang human resources, pendidikan, media, periklanan, dan penyiaran, IT, serta FMCG.
Mengenai jenis status pekerjaan, pencari kerja menginginkan Pekerjaan Tetap (76%) dan Freelance (25%). Pekerjaan kemitraan kurang diminati pada kondisi pandemi saat ini.
Perusahaan atau instansi yang paling diminati pencari kerja adalah BUMN (62%), diikuti Perusahaan rintisan (Startup) lokal (36%). Bekerja di lembaga pemerintah jjuga masih diminati oleh 25% pencari kerja.
Survei ini menemukan 10 Perusahaan atau Lembaga/Institusi yang menjadi impian pencari kerja. Sebanyak 10 tempat kerja impian ini merupakan kombinasi antara BUMN/Pemerintah, Startup besar dan Perusahaan swasta ternama
Kesepuluh tempat kerja impian pencari kerja itu adalah:
1. Pertamina
2. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
3. Tokopedia
4. Google
5. Unilever
6. Shopee
7. Gojek
8. Pemerintahan
9. BCA
10. Pendidikan
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan