Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia Membukukan Laba Bersih Rp803 Miliar Pada 2018. (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafian)
Dream – Unit usaha syariah (UUS) PT Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp803 miliar pada 2018. Angkanya tumbuh 27,3 persen dari laba bersih 2017 yang sebesar Rp630,9 miliar.
“ Asetnya naik sebesar 11,2 persen menjadi Rp30,2 triliun,” kata Direktur Utama Maybank Indonesia, Taswin Zakaria, di Jakarta, ditulis Selasa 19 Februari 2019.
Pembiayaan UUS Maybank naik 14,6 persen dari Rp20,7 triliun pada 2017 menjadi Rp23,7 triliu pada 2018. Total simpanannya naik 39,7 perse dari Rp16,7 triliun menjadi Rp23,3 triliun.
Rasio pembiayaan bermasalahnya (non performing financing/ NPF) gross ditekan dari 3,00 persen menjadi 2,8 persen.
“ Strategi sharia first bank dan implementasi leverage model dimana UUS memiliki akses pada sumber daya seluruh bank untuk mengembangkan dan memasarkan seluruh produk syariah memainkan peran penting bagi kinerja perbankan syariah Maybank Indonesia yang signifikan,” kata dia.
Taswin mengatakan, produk simpanan MyArafah memiliki tiga ribu nasabah. Sekadar informasi, Maybank juga ditunjuk oleh Badan Pengelola Keuangan Haji sebagai mitra pengelola keuangan haji.
Taswin menambahkan, Maybank membukukan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun. “ Untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2018, (angkanya) melonjak 21,6 persen mencapai rekor baru sebesar Rp2,2 triliun,” kata dia.
Menurut Taswin, laba yang diperoleh ini didukung oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp8,1 triliun. Angkanya tumbuh 5,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, pada periode Desember 2018 Maybank mencatat aset sebesar Rp177 triliun.
Untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) mengalami penurunan 3,7 persen atau sebesar Rp116,8 triliun akibat likuditas.
“ Kemarin penurunan (DPK) bukan karena pengurangan nasabah, tapi keputusan dsri Maybank Indonesia membuang likuiditas yang biayanya tinggi. Tapi itu action dari kami untuk mengimbangi," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya