Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ojek Online. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pemerintah menargetkan aturan baru tentang ojek online (Ojol) selesai bulan depan. Salah satu yang diatur dalam payung hukum itu adalah penetapan tarif bagi konsumen.
“ Kira-kira minggu ke dua atau ketiga Maret baru selesai dari Kemenkumham (Kementerian Hukum dan HAM),” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam acara “ Ngobrol Ojol Bareng Menhub” di BSD Tangerang, Banten, dikutip dari laman Kementerian Perhubungan, Senin 18 Februari 2019.
Selain tarif, Budi Karya menjelaskan regulasi baru Oool itu mengatur tentang perlindungan konsumen dan masalah keselamatan.
“ Keselamatan harus diutamakan kami tuangkan dalam peraturan itu agar para pengemudi ini terlindungi,” kata dia.
Budi Karya mengatakan aturan itu disiapkan karena Ojol merupakan angkutan yang sangat dibutuhkan dan membantu masyarakat. Mantan direktur utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini meminta driver ojol nantinya akan menaati peraturan yang ada.
“ Dalam transportasi yang namanya profesi, keselamatan itu harus dilindungi, karenanya kita katakan lakukan profesi ojol dengan berkeselamatan, tadi kita sosialisasikan. Saya harapkan makin hari, ojol ini makin kompak tapi taat aturan, seperti harus pakai helm, tidak boleh mengebut, jangan menggerombol, dan jangan kasar-kasar di jalan,” kata dia.
Budi Karya memastikan tarif Ojol akan ditetapkan dalam kisaran yang pantas. Diakuinya, tarif memang menjadi salah satu risiko yang penentuan harus memperhatikan kondisi pasar.
“ Saya tidak memaksakan angkanya nanti akan berapa, tetapi akan dalam harga yang pantas,” kata dia.
Menhub menyontohkan pemerintah bisa saja menetapkan tarif Rp2.400-Rp2.500 jika nilai tersebut bisa diterima masyarakat. Dia beralasan tarif itu masih di bawah batas bawah taksi sebesar Rp3.200.
“ Kalau tarif batas bawah ojol Rp5 ribu, bisa-bisa tidak laku nanti,” kata dia.
Sementara itu, Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, mengatakan dialog dan sosialisasi keselamatan yang dilakukan dalam kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya, bukan hanya untuk pengemudi ojol tetapi juga masyarakat.
Ia juga mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya akan ada ditingkat pusat namun juga akan ke daerah-daerah.
“ Sosialisasi safety riding ini tidak hanya untuk ojol saja tetapi juga untuk masyarakat sehingga masyarakat dapat memahami resiko apa yang dilakukan. Edukasi tidak cukup hanya dari satu sisi, tetapi harus dari dua sisi. Sosialisasi safety riding ini akan kita lalukan tidak hanya di tingkat pusat tetapi juga hingga ke daerah-daerah, sampai kecamatan dan kelurahan,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya