Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Dream – Di dunia karier atau bisnis, jatuh ke titik nadir kadang menjadi jalan terbaik untuk kembali meraih puncak. Kegagalan yang dialami seseorang sebenarnya merupakan kesempatan langka untuk meraih sukses bagi orang-orang yang gagal dalam bisnis atau kehilangan pekerjaan.
Hal ini diungkapkan dalam kajian yang dilakukan oleh peneliti di University of Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat.
Dikutip dari studyfinds.org, Senin 18 Februari 2019, kajian ini telah dipublikasikan dalam Academy of Management Review. Kajian tersebut menyebut pekerja sering menemukan dirinya terpuruk dalam pekerjaan untuk waktu yang lama. Saat itulah, mereka bisa memilih apakah tetap terperosok atau mencari jalan baru yang akan membawanya ke “ tempat yang lebih tinggi”.
“ Ketika jatuh, kita panik dan mencoba segala hal untuk memperbaiki situasi. Kita juga menderita karena gagal,” kata pemimpin riset, Dean Shepherd.
Shepherd mengatakan situasi ini bisa diperbaiki jika orang-orang bisa membebaskan diri dari kesalahpahaman dan emosi negatif. Jika ini dilakukan, mereka bisa menciptakan kondisi untuk menemukan solusi yang lebih baik.
Dia menambahkan orang harus mencari “ identitas kerja” baru ketika kehilangan pekerjaan atau perang. Ketika kehilangan identitas, mereka akan memilih yang baru untuk bertahan hidup. Shepherd mengatakan karyawan bisa bangkit kembali dengan identitas baru yang dirasa lebih nyaman.
Cara ini juga berlaku bagi pebisnis yang usahanya di ujung tanduk atau gulung tikar. Dia bisa mengeksplorasi kembali keterampilan bisnis yang bisa diterapkan di lingkungan perusahaan. Atau, menempa diri dengan ilmu baru. Bisa juga pebisnis ini mencoba usaha lainnya yang berisiko lebih rendah.
“ Dalam kasus ini, ‘jatuh’ bisa membuka banyak sekali peluang baru,” kata Shepherd.
Shepherd mengatakan tak semua orang merespons kejatuhan secara positif. Ada yang menanggapi kegagalannya dengan lari dari kenyataan. Ada juga yang beralih ke Narkoba atau Miras.
“ Seorang eksekutif yang gagal bisa melarikan diri ke alkohol atau menjadi kasar di rumah,” kata dia.
Kondisi ini bisa diperparah jika tak ada dukungan positif dari lingkungan sekitarnya. Misalnya, ada banyak orang yang bertanya mengapa tak kunjung mendapatkan posisi baru.
“ Ini bisa mengubah individu yang mati rasa dari emosi ekstrem ke perilaku yang destruktif,” kata dia.
Nah Sahabat Dream, sekarang pilihan ada di tangan kamu. Mau pilih yang mana?
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya