Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Ilustrasi Pengangguran. (Foto: Shutterstock)
Dream – Setiap orang akan berusaha sekuat tenaga untuk bisa mendapat pekerjaan. Dengan pekerjaan itu mereka bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Pengangguran adalah hal paling ditakuti.
Namun sebuah negara kaya membuat kebijakan yang cukup mengejutkan untuk negara-negara miskin atau berkembang yang penduduknya umumnya memliki penghasilan rendah
Dikutip dari World Economic Forum, Sabtu 16 Februari 2019, pemerintah Finlandia setiap bulannya ternyata memberikan tunjangan US$600 sebulan (US$8,49 juta) ke para pengangguran.
Tentu saja dana itu tak diberikan begitu saja. Pemerintah berharap dana tunjangan ini digunakan untuk mendorong para pengangguran untuk bekerja.
Finlandia memang tengah berupaya keras mengentaskan kemiskinan serta menurunkan ketidaksetaraan gender dan kehilangan pekerjaan melalui eksperimen ini. Pemerintah juga optimistis pemberian tunjangan ini bisa menghemat uang jangka panjang.
Meskipun ditentang oleh kritikus karena rencananya terlalu mahal dan tak praktis, gagasan itu didukung oleh pendiri Microsoft Inc., Bill Gates, dan founder Facebook, Mark Zuckerberg.
Lantas, bagaimana hasilnya?
Selama dua tahun pertama, peserta diberikan uang sekitar US$630 (Rp8,9 juta) per bulan. Pemberian insentif ini menunjukkan efek positif bagi kesehatan dan stres. Tapi, tak ada peningkatan status pekerjaan.
“ Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelompok dalam hal pekerjaan. Namun, hasil survei menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok untuk aspek kesejahteraan,” tulis para peneliti.
Para peneliti menyebut pengangguran penerima bantuan mengalami masalah yang lebih sedikit daripada yang tidak. “ Mereka yang berada dalam kelompok uji juga jauh lebih percaya diri dalam masa depan dan kemampuan untuk berpengaruh terhadap suatu masalah sosial,” kata dia.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes