Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Foto: Go-jek.com
Dream - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perhubungan Darat resmi menaikan tarif Ojek Online (Ojol) yang mulai berlaku sejak 10 September 2022.
Lantas, apakah kenaikan tarif ini berdampak pada berkurangnya pengguna ojol? Dalam survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan menunjukkan sebagian besar pengguna jasanya tidak lagi menggunakan jasa ojek online.
Tercermin dari 2.655 masyarakat yang menjadi responden menyatakan beralih atau mengurangi frekuensi penggunaan jasa ojek online (50,24 persen). Sementara sebagiannya lagi tetap memilih menggunakan jasa ojek berbasis aplikasi.
" Reaksi terhadap biaya jasa (tarif) terbaru memilih tetap menggunakan sebanyak 49,76 persen dan beralih atau mengurangi frekuensi penggunaan 50,24 persen," kata Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno, seperti dilansir dari laman Merdeka.com, Senin, 10 Oktober 2022.
Meski begitu, sebagian besar responden menilai kenaikan tarif dasar ojek online tersebut masih wajar.
Mengingat beberapa waktu lalu pemerintah baru saja menaikkan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
" Masyarakat menyatakan tarif yang berlaku wajar (52,32 persen)," kata dia.
Masih dalam survei yang sama, pengguna jasa ojek online didominasi pria (53 persen dari total responden). Dari sisi pekerjaan sebagian besar karyawan swasta (35,40 persen) dengan pendapatan per bulan terbanyak di bawah Rp 3 juta.
Dari segi pengeluaran, sebagian besar (51,41 persen) menghabiskan kisaran Rp10.000 – Rp25.000 untuk pemesanan ojek online dan kurang dari Rp25 ribu (41,47 persen) untuk transportasi lainnya.
Alasan mereka menggunakan ojek online karena lebih praktis (37,29 persen) dan lebih cepat (32,28 persen).
Berdasarkan tujuannya, mayoritas responden menggunakan ojek online dari rumah (70,62 persen) ke tempat kerja (29,57 persen). Adapun jarak tempuh terjauhnya berkisar 4 km – 8 km (41,24 persen) dengan maksud menggunakannya untuk bekerja/bisnis (57,74 persen).
Sementara itu, dilihat dari jenis aplikasi yang digunakan, sebanyak 59,13 persen menggunakan Gojek, 32,24 persen menggunakan Grab.
Lalu 6,93 persen menggunakan Maxim, sebanyak 1,47 persen menggunakan InDriver dan aplikasi lainnya 0,23 persen.
Sistem pembayaran yang disukai cash dan uang elektronik (41,69 persen), uang elektronik (32,532 persen) dan cash (25,69 persen). Frekuensi menggunakan ojek online per minggu terbanyak 1 – 3 hari per minggu (50,24 persen).
Sebagai informasi, survei ini dilakukan pada rentang waktu 13 – 20 September 2022 dengan media survei online. Samplingnya penduduk Jabodetabek pengguna ojek online dengan metode sampling kurang 5 persen.
Adapun untuk wilayah survei Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Sebanyak 2.655 responden masyarakat pengguna ojek online dan 2.016 responden mitra ojek online.
Survei ini dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan melakukan survei untuk mengetahui persepsi masyarakat pengguna dan pengemudi ojek online terhadap penyesuaian biaya jasa (tarif) ojek online yang diberlakukan mulai hari Minggu (11 September 2022).
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes