Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Bank Mandiri Syariah Mencetak Laba Sebesar Rp605 Miliar. (Foto: Dream.co.id/Arie Dwi Budiawati)
Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mencatatkan kinerja mengagumkan sepanjang 2018. Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk itu melaporkan lonjakan laba bersih sebesar 65,74 persen menjadi Rp605 miliar pada 2018.
Setahun sebelumnya, atau pada 2017 Mandiri Syariah melaporkan laba bersih perusahaan mencapai Rp365 miliar.
" Alhamdulillah, laba bersih kami naik 65,74 persen," kata Direktur Utama Mandiri Syariah, Tony E. B. Subari, di Jakarta, Senin 11 Maret 2019.
Menurut Tony, lonjakan laba bersih ini disokong pertumbuhan dari aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga. Pada 2018, aset Mandiri Syariah meningkat 11,83 persen dari 2017 yang sebesar Rp87,94 triliun menjadi Rp98,34 triliun serta pembiayaan meningkat 11,63 persen dari Rp60,69 triliun pada 2017 menjadi Rp67,75 triliun.
" Pertumbuhan pembiayaan ini diiringi dengan perbaikan kualitas," kata Tony.
Mandiri Syariah mencatat rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) nett bisa ditekan dari 2,75 persen pada 2017 menjadi 1,5 persen di tahun lalu.
Dalam bisnis penghimpunan dana murah, Mandiri Syariah mengelola dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp87,47 triliun atau tumbuh 12,3 persen dari Rp77,9 triliun pada 2017. Komposisi DPK Mandiri Syariah didominasi low cost fund yang mencapai Rp44,46 triliun atau tumbuh 10,16 persen.
" Porsi low cost fund itu 50,82 persen dari DPK," kata dia.
Menyambut tahun 2019, Tony berharap bisnis pembiayaan perusahaan bisa bertumbuh sebesar 11,2 persen, DPK 10-12 persen, dan laba kembali melonjak 50-60 persen.
Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) mempersiapkan platform chanel digital untuk memudahkan nasabah melunasi Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) 2019.
Periode pelunasan BPIH diperkirakan akan dimulai pertengahan Maret 2019.
Senior Executive Vice President (SEVP) Mandiri Syariah, Anton Sukarna, menjelaskan platform tersebut disediakan oleh Mandiri Syariah Mobile Banking dan Mandiri Syariah Netbanking.
‘’Platform tersebut akan memudahkan nasabah melakukan pelunasan disamping layanan pelunasan melalui Kantor Cabang yang sudah ada sebelumnya," kata Anton di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 8 Maret 2019.
Menurut Anton, platform baru ini menjamin kemudahan, kenyamanan, dan fleksibelitas nasabah dalam melunasi biaya haji. Para calon haji tak perlu lagi datang ke kantor cabang dan antre di teller untuk melakukan pelunasan.
‘’Selanjutnya, dalam waktu tiga hari setelah pelunasan, nasabah harus menyerahkan bukti pelunasan ke Kemenag dengan membawa persyaratan yang diperlukan," kata dia.
Persyaratan yang harus dibawa nasabah ke Kantor Kemenag diantaranya resi pelunasan bank dan 10 lembar pas foto 4×6 background putih, 80 persen wajah.
Total jamaah haji yang terdaftar melalui Mandiri Syariah dan berhak lunas untuk berangkat tahun ini sekitar 79 ribu. Jumlah tersebut sekitar 31 persen dari total jamaah haji Indonesia tahun 2019 yang berjumlah 220 ribu. Dari sekitar 79 ribu yang berhak lunas tahun ini, Manajemen memperkirakan pelunasan melalui e-channel akan mencapai sekitar 13 persen.
Fasilitas e-channel juga akan memudahkan nasabah yang tinggal di daerah yang letaknya jauh dari outlet Mandiri Syariah. Selain melalui fasilitas e-channel, nasabah yang berada di luar jangkauan kantor
cabang juga bisa melakukan pelunasan di layanan syariah bank di outlet Bank Mandiri.
Mandiri Syariah juga sudah menyiapkan suvenir bagi calon jamaah haji yang saat ini telah didistribusikan di kantor-kantor cabang Mandiri Syariah.
Per Desember 2018, rekening Tabungan Mabrur Mandiri Syariah mencapai 1,8 juta. Sekitar 72 persen atau 1,3 juta dari nasabah tersebut sudah terdaftar dalam Siskohat Kementerian Agama.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya