Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tidak Jarang Orang Menyesali Keputusannya Ketika Membeli Rumah. (Foto: Shutterstock)
Dream – Bukan rahasia umum lagi, memiliki hunian adalah impian semua orang. Punya rumah yang layak, seseorang bisa menikmati hidupnya dengan keluarga.
Tetapi, membeli rumah pun tidak jarang berujung penyesalan mendalam. Misalnya, harga rumah terlalu tinggi, tidak memiliki cukup duit untuk uang muka, atau ukuran rumah yang dibeli terlalu kecil.
Kesalahan ini lumrah dilakukan para pemilik rumah. Contohnya, di Amerika Serikat, sebuah situs finansial, NerdWallet, mensurvei orang-orang yang telah memiliki rumah. Kalaupun diberi kesempatan kedua untuk membeli rumah, responden akan melakukan hal yang berbeda.
Dilansir oleh CheatSheet, Selasa 23 Mei 2017, sebagian responden berharap mereka bisa menabung lebih banyak uang untuk membeli hunian. Ada juga yang menyesal tidak belajar tentang kredit pemilikan rumah (KPR).
Menurut survei itu, 61 persen generasi X dan 57 persen generasi kekinian menyesal ketika membeli rumah. Sedangkan lebih dari 50 persen generasi baby boomers tidak memiliki pemikiran kedua untuk pembelian rumah.
Banyak orang yang menyesali keputusannya membeli rumah karena kurang mempersiapkan finansial. Mereka ini berharap memperbaiki kesalahannya jika bisa membeli hunian kembali.
Ada empat penyesalan terbesar yang dirasakan. Apa saja? Berikut ini adalah rinciannya.
© Dream
Di 81 persen wilayah Amerika Serikat, harga rumah melangit. Hal ini membuat para pembeli rumah terpaksa mengeluarkan uang lebih banyak untuk membayar cicilan KPR.
NerdWallet mencatat 4 persen responden menyesal rumah yang dibelinya terlalu mahal. Generasi kekinian dan generasi X mengatakan uang yang dikeluarkan untuk membeli rumah lebih banyak daripada baby boomers.
Mengeluarkan banyak uang untuk membeli rumah bisa menjadi konsekuensi ekonomi yang serius. Dikatakan bahwa orang Amerika “ berkorban” keuangan untuk cicilan rumah. Misalnya, 17 persen orang Amerika berhenti membayar uang pensiun dan 14 persen membayarnya dengan kartu kredit.
© Dream
Lebih baik salah membeli sepatu daripada rumah. Jika salah membeli sepatu, kita bisa menukarkannya ke toko.
Kalau salah membeli rumah, mustahil untuk menukarnya. Sayangnya, NerdWallet menemukan bahwa 5 persen responden menyesal karena salah membeli rumah.
Kalau salah membeli rumah, tidak banyak yang bisa dilakukan kecuali menjualnya kembali dan mengikuti proses pembelian rumah dari awal.
Untuk menghindari kesalahan pembelian rumah, lebih baik mensurvei rumah terlebih dahulu dan melihat-lihat lingkungan di sekitar rumah yang dibeli.
© Dream
Nah, kesalahan ini juga kerap dilakukan orang-orang ketika membeli rumah. Banyak generasi kekinian di Amerika Serikat yang terpaksa menabung lebih dari 10 tahun demi bisa membayar uang muka sebesar 20 persen dari harga rumah.
Nyatanya, ada juga yang terburu-buru membayar uang muka lebih rendah daripada ketentuan. Dengan down payment yang rendah, cicilan rumah akan semakin besar.
Ada 28 persen generasi kekinian dan 27 persen generasi X yang berharap bisa menabung lebih banyak untuk membeli rumah mereka.
© Dream
Banyak pemilik rumah yang menyesal karena tidak punya banyak waktu untuk meriset rumah serta belajar proses pembelian dan pemberian pinjaman KPR.
Ada 19 persen generasi Z yang berharap bisa meriset rumah lebih banyak. Dengan begitu mereka punya informasi yang lebih baik tentang proses pembelian rumah. Sementara ada 19 persen responden menyesal karena tidak melakukan konsultasi ketika hendak membeli rumah.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya