Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto Ilustrasi: Shutterstock
Dream – Wanita asal Malaysia kaget bukan kepalang ketika berbelanja di supermarket. Sebab, dia tak menyangka belanjaannya mencapai lebih dari Rp2 juta.
Yang membuatnya lebih kaget lagi, ada satu barang yang tidak dibeli, namun turut dimasukkan ke dalam daftar belanjaannya. Barang itu adalah petai.
Dikutip dari Mynewshub, Senin 22 Mei 2017, seorang pengguna Facebook, Anyss Mohd Auranyss, menuliskan sebuah status tentang peristiwa tak menyenngkan yang dia alami. Dia keberatan membayar tagihan belanja dengan kartu debitnya ketika berbelanja di sebuah supermarket.
“ Pertama kali berbelanja di Gxxx mungkin sampai satu troli habisnya 808,6 ringgit (Rp2,4 juta), hanya beli barang dapur kecil-kecil, tidak ada barang besar. Bajet (budget/anggaran) paling mahal 450 ringgit (Rp1,3 juta). Sekali bayar ditagih 808 ringgit++, tercengang,” tulis Anyss.
Tidak puas, Anyss kembali memeriksa struk pembayarannya. Dia kaget karena ada satu barang yang tidak dibelinya turut masuk ke dalam struk itu, yaitu satu papan petai seharga 400 ringgit, setara Rp1,2 juta.
“ Petai papan 400 ringgit. Itu dia. Padahal, aku tidak beli petai apa pun. Petugasnya main scan petai. Terlihat betul barcode itu asal ditempel saja,” tulis dia.
© Dream
Lalu, Anyss pun pergi ke kasir semula dan memprotes pembayaran satu papan petai itu. Petugas kasir pun mengakui ada kesalahan dan akan mengembalikan uang Anyss.
Tapi, uang itu dikembalikan dalam waktu 1-2 minggu. Ini karena petugas harus membuat laporan pembayaran.
“ Kalau kita ada uang tidak masalah. Kalau orang yang benar-benar butuh uang, perlu uang untuk belanja, bagaimana? Senang mereka ini. Uang 400 ringgit itu banyak, bukan uang 4 ringgit (Rp12.357),” tulis dia lagi.
Anyss mengatakan jika dibayar dengan uang tunai, pengembalian uang bisa dilakukan dengan cepat. Untuk itu, dia pun meminta masyarakat lebih teliti dan berhati-hati ketika membayar di kasir dengan kartu debit, terutama membeli barang-barang diskon.
“ Lain kali kalau merasa curiga dan tagihan belanja lebih dari anggaran, perhatikan baik struknya,” kata dia.

Petai dimasukkan ke dalam daftar pembelian barang, tapi barangnya tidak ada. (Foto: Mynewshub)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya