Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Dan Raja Arab Saudi, Raja Salman Bin Abdulaziz, Menandatangani Kerja Sama Senilai Rp5.005 Triliun. (Foto: Arab News)
Dream – Raja Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menandatangani perjanjian kerja sama di sektor pertahanan, bisnis, dan teknologi. Nilainya mencapai US$380 miliar (Rp5.005,07 triliun)
Kerja sama ini tertuang dalam “ Saudi-US Joint Strategic Vision Declaration” ketika Trump melawat ke Arab Saudi.
Dilansir dari Arab News, Senin 22 Mei 2017, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel Al-Jubeir, mengatakan kedatangan Trump ke Saudi merupakan awal mula titik balik hubungan Arab Saudi dengan Amerika Serikat. Kerja sama strategis ini akan membentuk kerja sama strategis yang kuat.
“ Dua negara telah menandatangani serangkaian kerja sama, baik kerja sama pemerintah, swasta, maupun entitas komerasial, termasuk investasi dan infrastruktur,” kata Jubeir.
Sekretaris Negara Amerika Serikat, Rex Tillerson, mengatakan nilai kerja sama yang jumbo ini akan dieksekusi selama 10 tahun lebih. Kerja sama ini akan memberikan banyak peluang bagi Arab Saudi dan Amerika Serikat. Salah satunya adalah penciptaan lapangan pekerjaan.
Tillerson mengatakan ada lebih dari 20 lisensi yang dikeluarkan untuk mempermudah perusahaan Amerika Serikat membantu investasi langsung di dua negara,. Ini artinya akan membuat ribuan pekerjaan bagi Amerika Serikat, meningkatkan pembelian produk, peralatan, dan teknologi Amerika Serikat, serta menguntungkan Arab Saudi.
Dari kerja sama itu, sektor pertahanan menjadi kunci kerja sama kedua negara itu. Dikatakan bahwa turut diteken kerja sama di sektor pertahanan senilai US$110 miliar (Rp1.463,11 triliun).
Beberapa transaksi multimiliar dolar AS pun ditandatangani di forum CEO Arab Saudi-Amerika Serikat pada hari yang sama, termasuk kerja sama pembelian 150 unit helikopter Lockheed Martin Black Hawk senilai US$6 miliar (Rp79,81 triliun). Selain kerja sama di bidang pertahanan, contoh kerja sama kedua negara itu adalah kerja sama di sektor energi senilai US$2 miliar (Rp26,6 triliun). (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya