Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Seorang Freelancer.
Dream – Pekerjaan sebagai freelancer punya daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Jika menggeluti pekerjaan ini, kamu yang akan menjadi bosnya, menembak target, dan juga mengatur pekerjaan.
Pekerjaan ini pun juga akan memberikan lebih banyak kebebasan untuk membentuk sebuah karier yang kamu suka.
Tapi, menjadi bekerja lepas ini juga menakutkan, membuat pikiran tertekan, dan cukup rumit. Salah satu tantangan terbesarnya adala pendapatan tidak menentu.
Kadang-kadang pendapatan bisa di atas Rp5 juta per bulan dan kadang-kadang bisa di bawah Rp5 juta. Hmm.. kalau sudah begini, bagaimana cara mengatur anggaran dari penghasilan yang tidak menentu?
Dilansir dari Go Girl Finance, Sabtu 20 Mei 2017, ada empat tips yang bisa diterapkan oleh karyawan lepas untuk mengatur keuangan. Yang pertama adalah mengatur sistem pembukuan.

Sahabat Dream tidak bisa mengatur uang jika tidak tahu berapa banyak kebutuhan dan berapa banyak pengeluaran. Dengan mengetahui jumlah kebutuhan dan pengeluaran, pengaturan sistem keuangan ini akan lebih mudah dilakukan.
Tidak ada salahnya menggunakan aplikasi akuntansi seperti Nutchache (gratis) atau Freshbooks (berbayar) untuk membantu Anda melacak jam, proyek, biaya, pendapatan, dan faktur. Atau, Anda juga bisa menggunakan lembar kerja di Excell.
Kedua, melacak semua pengeluaran dan kebutuhan. Ketika ingin membuat sistem pembukuan keuangan untuk diri sendiri, pastikan sistem ini sesuai untuk memenuhi semua kebutuhan finansial yang ingin dilacak.
Sebagai seorang pekerja lepas, pendapatan kotor ini akan terlihat berbeda dibandingkan dengan pendapatan bersih. Jangan lupa untuk menghitung pajak, asuransi kesehatan, biaya bisnis, dan tabungan pensiun jika ingin mengetahui pemasukan.

Ketiga, menentukan anggaran. Mengetahui pendapatan dan pengeluaran adalah landasan yang bagus untuk membuat anggaran. Alangkah lebih baik jika memisahkan anggaran kebutuhan pribadi dengan kebutuhan bisnis. Untuk kebutuhan bisnis, perlu dimasukkan beberapa faktor seperti pembayaran pajak, tabungan, dan biaya-biaya yang dikeluarkan.
Untuk kebutuhan bisnis, aturlah hal-hal yang menjadi prioritas, seperti membayar pajak. Lalu, ingat untuk lebih mengendalikan biaya-biaya untuk kepentingan bisnis dan berkontribusi lebih banyak untuk tabungan.
Untuk kebutuhan pribadi, prioritaskan hal-hal yang menjadi kebutuhan utama seperti biaya sewa rumah, asuransi dan tagihan-tagihan lainnya. Kemudian, ada juga kebutuhan lain seperti makanan dan biaya transportasi. Kemudian, tentukan biaya-biaya yang bisa diatur seperti transportasi, perawatan kesehatan, atau kebutuhan hewan peliharaan.

Yang keempat, buat perencanaan. Salah satu hal yang paling manjur untuk mengatur keuangan adalah merencanakan keuangan. Caranya dengan melihat kembali keuangan dalam 12 bulan terakhir dan evaluasi pendapatan per bulannya. Dengan begitu, Anda bisa memprediksi bahwa lebih banyak pendapatan akan membantu Anda untuk mengatasi masalah keuangan. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya