BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Shutterstock
Dream - Pembatasan aktivitas karena pandemi Covid-19 mengakibatkan turunnya angka penjualan dan sempitnya lapangan pekerjaan. Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang masih mengandalkan sistem penjualan offline banyak terkena imbasnya.
Strategi penghematan terpaksa mereka tempuh seperti dengan menurunkan produksi atau mengurangi jumlah karyawan agar usaha kecilnya tetap bertahan.
Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah mencatat 90 persen kegiatan UMKM telah terganggu dikarenakan pandemi Covid-19. Hal ini juga menyebabkan penurunan omzet para pelaku UMKM hingga 72,6 persen dan terhambatnya proses penyaluran modal.
Keadaan ini semestinya menjadi momentum bagi para pelaku UMKM untuk menemukan inovasi baru dan ‘naik kelas’ dalam menjalankan bisnisnya.
Sahabat Dream yang ingin bangkit dan mempertahankan usaha kecil yang dimiliki, dapat menyimak beberapa tips berikut.

“ Agar bisa naik kelas, UMKM diharapkan jeli melihat peluang dan memahami perilaku konsumen dengan merumuskan strategi berkualitas,” jelas Anindita Septadiani, Research Director NielsenIQ, pada acara virtual Mondelez Dukung UMKM Kuliner Berkelas Karena Kualitas beberapa waktu lalu.
Di antaranya dengan cara kolaborasi menu menggunakan produk berkualitas, memaksimalkan promosi digital dan layanan online delivery, serta berinovasi sesuai dengan tren yang sedang berkembang.
Berinovasi sesuai dengan tren yang berkembang menjadi keharusan. Sahabat Dream harus jeli melihat hal-hal apa saja yang sedang diminati banyak orang.
Seperti pada temuan NielsenIQ dalam Household Spending Survey yang dipaparkan Anindita.
“ Dimana terdapat peningkatan alokasi pengeluaran rumah tangga untuk leisure activity, salah satunya untuk aktivitas makan di luar, dari 27% pada Q2 2021 menjadi 30% dari total biaya pengeluaran rumah tangga pada Q2 2022,” jelas Anindita.
Dari data ini, para UMKM di bidang kuliner bisa berinovasi untuk membuat tempat makan mereka lebih nyaman dan instagramable karena tren masyarakat meningkat untuk aktivitas makan di luar.

“ UMKM kuliner memiliki kesempatan yang besar untuk naik kelas, selama konsisten dalam mengembangkan kualitas bisnisnya,” jelas Roy Nugroho, Director of Grab for Business Indonesia.
Roy menambahkan, langkah lain yang bisa diambil oleh pelaku UMKM untuk naik kelas, yakni melalui inovasi dan teknologi.
Seiring dengan membaiknya situasi, tren UMKM kuliner pun kembali menunjukkan geliat kebangkitannya.
Mondelez Indonesia dengan produknya seperti OREO, Cadbury, dan keju KRAFT, dengan didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, tahun ini kembali menghadirkan program #DukungUMKMKuliner dengan mengedepankan tema “ Berkelas Karena Kualitas”.
Selama hampir 3 bulan penyelenggaraannya, inisiatif ini diikuti lebih dari 700 pelaku UMKM Kuliner dari berbagai wilayah Indonesia.
“ Diharapkan hadirnya inisiatif tahun ini dapat menjadi dukungan nyata dari perusahaan dalam mendukung pengembangan usaha dari pelaku UMKM kuliner agar dapat naik kelas dengan meningkatkan berkualitas, sekaligus mendorong percepatan pemulihan perekonomian Indonesia,” jelas Parveen Dalal, President Director Mondelez Indonesia pada kesempatan yang sama.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
