Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
ComScore
Dream - Lima asosiasi iklan yang tergabung dalam Indonesian Digital Measurement Consortium menunjuk penghitung data digital comScore sebagai standar pengukuran pengunjung laman maya di Indonesia selama dua tahun mendatang. Keputusan ini turut didukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).
Lima asosiasi iklan tersebut yaitu Association of Asia Pacific Advertising Media (AAPAM), Asosiasi Perusahaan Pengiklan Indonesia (APPINA), Indonesian Digital Association (IDA), Indonesian E-commerce Association (idEA), dan Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI).
Ketua Konsorsium Jerry Justianto menjelaskan penggunaan standar pengukuran itu untuk menghindari kebingungan akibat kompleksitas aplikasi pengukuran di Indonesia. Entitas pengiklan juga kerap menghadapi kesulitan terhadap validitas data untuk menentukan potensi optimal sebaran iklannya.
" Kami sangat senang akhirnya berhasil menentukan acuan pengukuran ini setelah kerja keras bersama dari berbagai elemen industri dan ini pertama di Asia Pacific untuk asosiasi terkait periklanan bersatu," kata Jerry di Jakarta, Senin, 29 Agustus 2016.
ComScore terpilih karena memliki kemampuan pembuatan data secara lengkap, tingkat pelayanan dan biaya yang apik.
Selama beberapa bulan ke depan, ComScore akan melakukan sosialisasi kepada para anggota lima asosiasi tersebut. Tujuannya untuk mempercepat proses adopsi dari seluruh elemen industri terkait.
comScore merupakan perusahaan pengukuran lintas platform asal Amerika Serikat yang beroperasi di 75 negara dan telah terdaftar di indeks teknologi NASDAQ. comScore menyediakan solusi pengukuran audiens yang mengakses situs online melalui komputer, tablet, dan telepon pintar lewat metodologi Unified Digital Measurement (UDM).
Teknologi tersebut menghitung kunjungan situs dan membantu pengiklan dan agensi untuk mengidentifikasi konten digital terbaik untuk meraih target audiens. Sementara itu, publisher mengandalkan comScore untuk memahami persaingan dan membuktikan bahwa asset digital mereka mampu meraih target audiens secara efektif.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya