Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sinyal negatif turunnya harga saham di bawah level support mendorong investor menahan aksi beli. Indeks saham syariah pun menutup perdagangan awal pekan di zona merah.
Investor semakin cemas setelah pemodal asing melakukan aksi lepas saham. Awal pekan ini, asing mencetak nett sell hingga Rp 151 miliar. Sentimen negatif juga datang dari penutupan bursa regional yang terserang koreksi.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 29 Agustus 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia terjun bebas 2,959 poin (1,64%) ke level 177,236.
Koreksi tajam dicetak indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang turun 14,275 poin (1,89%) ke level 741,440.
Sejak awal perdagangan, laju indeks syariah sama sekali tak beranjak dari zona merah. Investor tampaknya masih meraba-raba dampak pernyataan pimpinan The Fed yang akan kembali menaikkan suku bunga acuan tahun ini.
ISSI tercatat hanya mampu menembus level tertinggi di 180,023, di bawah posisi penutupan akhir pekan lalu.
Aksi jual terlihat jelas di perdagangan awal pekan ini. Tercatat 155 emiten syariah ditutup di zona negatif dan 41 lainnya bertahan stagnan. Investor hanya mampu mengangkat 54 emiten ISSI ke zona hijau.
Di jajaran saham bluechips syariah, hanya tercatat 4 emiten JII yang ditutup menguat.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 3,88 triliun dengan 26,7 miliar saham yang berpindahtangan.
Saham-saham unggulan syariah yang selama ini menjadi motor laju indeks syariah dilanda tekanan jual hebat. Top losser indeks JII dihuni saham UNVR yang rontok Rp 950, AALI Rp 625, INTP Rp 350, PTBA Rp 325, dan ASII Rp 275 per saham.
Sementara empat saham keping biru syariah yang berhasil naik adalah SCMA sebesar Rp 60, AKRA Rp 50, SILO Rp 25, dan INCO Rp 10 per saham.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah tak mampu melawan penguatan dollar AS. Mata uang negeri Paman Sam itu menguat 62 poin (0,47%) menjadi Rp 13.277 per dollar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya