Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sri Wulandari (tengah) Menjadi Agen Salah Satu Bank. (Foto: Dream.co.id/Ahmad Baiquni)
Dream – Akses terhadap produk perbankan, seperti tabungan, masih terbatas di sebagian masyarakat Indonesia. Hal iini menyebabkan kesadaran untuk menabung begitu rendah.
Lantaran tak ada simpanan, tak jarang masyarakat meminjam uang kepada rentenir.
Kenyataan ini membuat Sri Wulandari, tergerak. Lewat usaha toko kelontong miliknya, wanita berusia 42 tahun ini mengajak masyarakat untuk menabung. Sri adalah salah satu agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Inklusi Keuangan (Laku Pandai). Sri dinyatakan layak sebagai mitra setelah dinyatakan layak oleh Bank BTPN.
“ Saya sudah empat bulan bergabung,” kata dia yang tinggal di Batu, Jawa Timur, ditulis Minggu 28 September 2016.
Sri mengaku alasannya tertarik menjadi agen lantaran melihat ada agen laku pandai dari bank lain yang terbilang sukses. Keraguannya terhadap salah satu program Otoritas Jasa Keuangan ini ditepis oleh manfaat menjadi mitra bank. Dikatakan bahwa kemudahan akses produk keuangan dan minimnya setoran berhasil memikat hatinya untuk bergabung. Dia pun sempat menjadi karyawan di sebuah hotel di bilangan Malang. Sri merasakan betul bagaimana sulitnya tidak memiliki uang, terutama dalam kondisi mendesak.
Selama waktu itu, Sri telah mampu mendapatkan 42 orang nasabah baru. Kebanyakan dari mereka memilih layanan simpanan karena merasa dimudahkan dan tidak harus mengantri.
" Ada 42 nasabah, menabung mulai Rp5 ribu-Rp700 ribu,” kata dia.
Dalam menjalankan peran sebagai mitra, Sri mengaku mengeluarkan modal sebesar Rp500 ribu. Dalam tiga bulan pertama, dia mendapat upah sebesar Rp800 ribu. Tugasnya adalah melayani nasabah yang ingin menabung atau mengajukan pinjaman. Untuk layanan pinjaman, Sri berkewajiban mengumpulkan sejumlah syarat administrasi dari calon nasabah, tetapi keputusan pencairan tetap berada di tangan bank.
" Nggak perlu antri dan bisa kapan saja," ucap dia.
Untuk informasi, sejak diluncurkan pada 2015 lalu hingga Juni 2016, program laku pandai ini sudah dijalankan oleh 13 bank, yaitu Bank Mandiri, BRI, BNI, BTPN, BCA, Bank Sinarmas, BPD Kaltim, Bukopin, BRI Syariah, Bank Sahabat Sampoerna, BJB, dan Bank Jateng.
Tercatat sebanyak 104,7 ribu agen telah bergabung dalam program ini dengan jumlah penabung mencapai 1,62 juta nasabah. Total nilai tabungan yang terkumpul melalui program Laku Pandai nasional mencapai Rp63,7 miliar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya