Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pembiayaan Jadi Kendala Utama Bagi UMKM. (Sumber: Antarafoto)
Dream – Masalah pembiayaan masih menjadi kendala bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Apaagi sektor UMKM yang sudah menikmati jasa pembiayaan perbankan baru di bawah 22 persen.
Minimnya pengusaha cilik penerima kredit bank membuat pemerintah putar otak menyusun skema pembiayaan bagi sektor usaha mikro yang tak mendapatkan pembiayaan dari perbankan.
Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo, mengatakan pembiayaan untuk UMKM sudah tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang menyebutkan, pembiayaan untuk UMKM dari perbankan harus sudah berada di level 25 persen hingga 2019.
Kami terus melakukan literasi keuangan kepada masyarakat UMKM di Indonesia untuk bisa mengakses perbankan dengan melakukan bimbingan teknis dan sosialisasi,” kata Braman di sela-sela acara pameran kerajinan UMKM binaan BI, di Jakarta, Jumat, 26 Agustus 2016.
Dia mengatakan pihaknya juga sedang mematangkan alternatif pembiayaan bagi UMKM, yaitu skema pembiayaan khusus bagi usaha mikro. Kementerian Koperasi dan UKM akan mengusulkannya kepada Kementerian Keuangan.
“ Kalau KUR itu kan untuk usaha mikro yang produktif. Nah, skim khusus ini nantinya bagi usaha mikro yang tidak masuk dalam persyaratan KUR. Kelas super mikro, kira-kira begitu istilahnya, yang jumlahnya juga banyak,” kata dia.
Sementara itu, Gubernur BI, Agus D. W. Martowardojo, mengakui sektor UMKM masih terkendala banyak hal. Sebut saja masalah keterbatasan pasar dan pembiaayaan. Untuk itulah, dibutuhkan dukungan banyak pihak untuk membantu sektor ini keluar dari masalahnya.
" Solusinya, butuh dukungan semua pihak, termasuk BI, untuk memberdayakan UMKM,” kata Agus di tempat yang sama.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya