Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dua BUMN Akan Bersama-sama Membangun Halal Hub Pertama Di Indonesia. (Sumber: Antarafoto)
Dream – PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/Pelindo II akan membangun tempat transit produk halal (halal hub) yang pertama di Indonesia.
Keinginan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama (memorandum of agreement/MoA) antara Pelindo II dengan JIEP pada World Islamic Economic Forum (WIEF) 2016 di Jakarta, beberapa pekan silam.
Halal hub ini adalah sebuah integrasi antara pelabuhan halal (halal port), zona halal (halal zone) yang terdiri atas halal warehouse dan halal moslem fashion hub, serta penerapan konsep halal logistic dan halal supply. Nantinya, Pelabuhan Tanjung Priok menjadi halal port, sedangkan kawasan industry Pulogadung menjadi halal zone dan kawasan industry kreatif.
Pada WIEF 2016, reporter Dream, Arie Dwi Budiawati, berkesempatan untuk mewawancarai Financial and Supporting Director JIEP, Sitta Rosdaniah, di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, untuk bertanya lebih lanjut tentang konsep halal hub yang akan dibangun kedua belah pihak ini.
Sebenarnya, seberapa besar potensi pasar halal, terutama di Indonesia saat ini. Bisa dijelaskan?
Yang jelas Indonesia itu negara yang penduduk muslim terbesar dan secara harafiah ada di setiap level sehingga sampai sekarang mulai ada pandangan bahwa kita menginginkan hidup ini berarti, Bagi seorang muslim hidup ini mengikuti apa yang diatur oleh Alquran dan Al-hadis. Itu saja kita melihat market halalnya mulai expand dibandingkan dengan halal food. Semuanya bahkan buku, media, IT. Itu sangat besar.
Tapi, kalau produk, itu harus sepakat dengan semuanya. Misalnya, daging, obat-obatan itu tidak bisa berkumpul antara barang yang tidak halal dan halal, sehingga harus ada suatu tempat. Di situ juga ada kemudahan. Begitu dikatakan halal, bisa dia bisa langsung masuk ke halal port. Lalu, pengecekannya segala macam ada di situ. Jadi, pengecekannya tidak bisa seperti pelabuhan konvensional.
Pengecekan bisa dilakukan di halal log. Ini juga memotong waktu logistic dari supplier kepada customer. Ini keinginan kita juga. Ini juga memampukan customer untuk mendapatkan produk-produk yang berkualitas untuk kita.
Untuk Indonesia sendiri, pasar global halal kan sangat besar dan memerlukan produk berkualitas dari Indonesia. Sampai dia (maksudnya produk halal Indonesia) tidak masuk karena apa? Setiap negara mempunyai hak untuk membuat standar mereka sendiri. Kalau kita mau masuk ke pasar global halal, kita harus tahu memenuhi standar-standarnya. Salah satunya adalah bisa masuk jika mengikuti end to end supply chain halal.
Halal hub ini yang pertama di Indonesia. Adakah kendala ketika akan membuat halal hub?
Kendala tidak ada. Semua sudah kita lakukan sudah ada. Ada fesyen halal, ada make up halal, logistic halal, yang impor juga ada atau yang jual daging halal. Tapi, masih tercerai-berai sehingga nilai yang sangat tinggi belum diraih, belum optimal. Misalnya, untuk gudang daging dan dampak dari port. Kalau sudah terangkai, terintegrasi dengan teknologi, kita lakukan dengan IT, itu akan lebih cepat, lebih murah, dan lebih berkualitas. Sebenarnya, halal hub itu medium.
Mengapa JIEP bekerja sama dengan Pelindo II?
Sebetulnya ini juga kalau bicara tentang logistic, kita bicara konektivitas. Kalau bicara tentang konektivitas,,kami melihat mana yang paling dekat dan mana yang mempunyai dampak yang signifikan terhadap produk kami. Priok dan JIEP itu hanya 10 km. Dulu, waktu dibangun oleh Pak Ali Sadikin (mantan gubernur DKI Jakarta), ada trase/stasiunkereta api. Bayangkan kalau dibangun, barang dari Priok dicek di sana untuk dibawa ke JIEP untuk existing ke halal port. Sampai ke kereta api. Kalau barat ke timur bisa dibawa dengan kereta api. Di kami ini ada double track. Kami bisa memangkas logistik. Di sisi halal masuk, masuk di sisi syariahnya, tapi sisi bisnis bisa.
Halal hub kan satu rangkaian. Halal zone ada di Pulogadung. (Peraturan tentang halal hub ini) ada dan akan diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian. Ada standarnya juga. Misalnya ada pengolahan air bersih yang memadai. Kalau tak ada air bersih, tidak bisa. Lalu ada laboratoriumnya dan minimal 10 perusahaan yang memproduksi barang halal dan ada screening-nya juga. Insya Allah peraturan akan diterbitkan.
Kapan Pelabuhan Hala ini akan terealisasi?
Insya Allah kami ingin cepat dengan hati-hati. Kami segera akan membuat study analysis dengan data yang real. Karena kalau assumption, bahaya. Kami ingin dapatkan data dengan cepat. Teman-teman di sini sangat membantu. Insya Allah kita bisa segera menikmati.
Tapi, tempatnya sudah ada. Biasanya, kan, kalau mau membuat suatu project, yang susah adalah lahan. Insya Allah lahan sudah ada. Yang paling besar adalah pelabuhan. Pelabuhan sudah ada. Insya Allah segera secepatnya tahun depan.
Berapakah investasi dan pembagian saham pelabuhan ini?
Itu dia yang kami akan kaji karena kami juga BUMN ada GCG (good corporate governance) di situ. Kami harus ikuti compliance dan rahmatan lil alamin. Kami harus mengumpulkan data produknya. Terus apa lagi yang value chain yang belum ada. Ada juga product create market, dan produk juga harus memenuhi market.
Sambutan industri bagaimana? Apakah sudah ada industri yang tertarik dengan halal hub?
Sudah banyak. Misalnya, Sari Ayu di (kawasan) kami. Ada Kimia Farma. Terus ada juga produk-produk herbal. Tapi mereka masih tercerai-berai.
Dengan adanya halal hub, apakah bisa memperbesar market share pasar halal? Apakah JIEP ada perhitungannya?
Data is a must. Kalau dulu kita belajar itu time sharing. Sekarang kita harus mengajak semua stakeholder, product atau industry untuk kerja sama. Terus terang kalau kami cari produk-produk, itu sangat sulit bagi kami. Kita juga butuh teman-teman akademisi, asosiasi. Ini tugas kami untuk kumpulkan. Seperti apa? Ini data. Kita kumpuklkan. Kami akan buat itu. Halal itu value-nya yang harus di boosting.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya