Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasangan Pun Berpengaruh Terhadap Kesehatan Keuangan.
Dream – Kebiasaan finansial yang bagus sangat diperkukan untuk membangun kekayaan. Meskipun demikian, ini terdengar susah untuk tetap tinggal di `jalur yang tepat` jika berada di waktu salah.
Untuk meningkatkan kondisi keuangan, hal yang diperlukan adalah memastikan memiliki orang yang tepat di sekitar. Namun tetap harus dilakukan dengan hati-hati. Jika tidak, keberadaan kolega atau pasangan akan berujung kepada keputusan keuangan yang buruk.
Dilansir dari CheatSheet, Jumat 26 Agustus 2016, ada empat jenis hubungan yang membahayakan kondisi keuangan seseorang.
Teman yang (selalu) bokek
Siapa yang punya teman yang selalu terlihat kesusahan dalam finansial? Kapankah bertanya kepadanya tentang kisah hidupnya yang berujung pada krisis keuangan tak berujung? Sebenarnya tak masalah jika kita membantu keuangannya. Tapi, ingat bantuan ini akan membuat sebuah kebiasaan pertemanan baru, yaitu dia akan mulai meminta bantuan uang. Jika itu terjadi, ini saatnya untuk merevaluasi persahabatan: apakah dia adalah teman yang senantiasa mendukung atau justru hanya memanfaatkan?
Pasangan matre
Jika memilih pasangan kekasih, pilihlah secara cermat. Jangan sampai memilih pasangan yang, maaf, matre. Saat menjalin hubungan, jenis orang ini, baik laki-laki maupun perempuan, hanya memanfaatkan kekayaan dari pasangannya.
Bagaimana caranya mengetahui pasangan matre atau tidak? Cermati, apakah Anda adalah satu-satunya orang yang membuka dompet untuk membayar semua kepentingan. Cermati pula bagaimana reaksi pasangan jika Anda tak punya uang tunai untuk berbagi, apakah dia bersikap dingin atau justru malah mendukung di kala kesusahan?
© Dream
Dream - Menjalin hubungan dengan seorang shopaholic bukanlah hal yang menyenangkan. Hari-hari kedua sejoli ini akan dipenuhi dengan argument soal uang, peringatan dari bank, dan air mata. Jika pasangan memiliki kemampuan mengelola finansial dengan buruk, lebih baik kendalikan dia sebelum situasi menjadi lepas kendali.
© Dream
Dream - Waspada pula dengan anggota yang sering meminjam uang, tapi tak pernah mengembalikan. Kalau yang bersangkutan hendak meminjam uang tunai, alangkah lebih baik bertanya dan memastikan apakah uang itu akan kembali lagi atau tidak. Sikap ini bukan merupakan keegoisan untuk menjaga kebutuhan finansial Anda.
Sarannya, ya, lebih baik jangan meminjamkan. Kalau benar-benar merasa harus meminjamkan uang, perhatikan keuangan pribadi, apakah masih ada tabungan untuk menutup kebutuhan sehari-hari atau tidak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya