Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Dream – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memangkas anggaran untuk menghemat belanja kementerian/lembaga. Pemangkasan anggaran terbesar terjadi di Kementerian Pertahanan.
Dilansir dari situs setkab.go.id, Sabtu 27 Agustus 2016, penghematan belanja kementerian/lembaga sebesar Rp64,7 triliun ini merupakan langkah antisipatif tidak tercapainya penerimaan perpajakan.
“ Perhitungan proyeksi penerimaan perpajakan dalam APBN-P 2016 diperkirakan Rp219,0 triliun lebih rendah dari yang ditargetkan, sebagai dampak perlambatan ekonomi dunia dan domestik serta penurunan harga komoditi minyak, batubara, dan CPO,” kata Sri Mulyani di Jakarta.
Dia mengatakan ada lima belas kementerian/lembaga yang anggarannya paling besar dipotong dalam APBNP 2016. Sebut saja Kementerian Pertahanan yang anggarannya dikurangi Rp7,93 triliun dan disusul oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp6,98 triliun, dan Kementerian Pertanian sebesar Rp5,93 triliun.
Berikut ini adalah daftar lengkap kementerian/lembaga yang anggaran belanjanya paling banyak dipotong.
1. Kementerian Pertahanan: Rp7,93 triliun
2. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Rp6,98 triliun
3. Kementerian Pertanian: Rp5,93 triliun
4. Kementerian Kesehatan: Rp5,52 triliun
5. Kementerian Perhubungan: Rp4,74 triliun
6. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: Rp3,91 triliun
7. Kementerian Keuangan: Rp3,52 triliun
8. Kementerian Kelautan dan Perikanan: Rp3,05 triliun
9. Polri: Rp2,95 triliun
10. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi: Rp2,08 triliun
11. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral: Rp1,65 triliun
12. Kementerian Agama: Rp1,4 triliun
13. Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi: Rp1,35 triliun
14. Kementerian Sosial: Rp943,4 miliar
15. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Rp871,7 miliar.
Mantan direktur Bank Dunia ini mengatakan penghematan belanja diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan realokasi belanja kepada kegiatan yang lebih produktif, serta tetap menjaga pemenuhan belanja-belanja wajib seperti gaji dan tunjangan pegawai, operasional dan pemeliharaan perkantoran, bantuan sosial, dan belanja-belanja yang sudah dikontrakkan.
Sementara itu, belanja Kementerian/Lembaga tetap diprioritaskan pada infrastruktur, penurunan kesenjangan pendapatan, penurunan kemiskinan, serta penciptaan lapangan kerja.
“ Penghematan utamanya dilakukan terhadap belanja honorarium perjalanan dinas, paket meeting, langganan daya dan jasa, honorarium tim/kegiatan, biaya rapat, iklan, operasional perkantoran lainnya, pemeliharaan gedung, peralatan kantor, serta pembangunan gedung kantor, pengadaan kendaraan, sisa dana lelang dan atau swakelola, anggaran dari kegiatan yang belum dikontrakkan atau yang tidak akan dilaksanakan hingga akhir tahun, serta kegiatan yang tidak mendesak atau dapat dilanjutkan (carry over) ke tahun anggaran berikutnya yang merupakan hasil efisiensi,” kata dia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya