Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bursa saham syariah menutup perdagangan jelang akhir pekan di zona merah. Pelaku pasar memilih melakukan aksi jual menyusul kecemasan akan dampak pidato pimpinan The Federal Reserves, Janet Yellen.
Orang nomor satu akan memberikan pidato pada pertemuan di Jackson Hole. Di pertemuan itu, Janet akan akan memberikan signal-signal mengenai langkah kebijakan The Fed dalam hal suku bunga hingga akhir tahun.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 26 Agustus 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,122 poin (0,07%) ke level 180,195.
Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga turun 1,305 poin (0,17%) ke level 755,715.
Transaksi perdagangan saham syariah hari ini mencapai Rp 3,35 triliun dengan 23,04 miliar saham yang berpindahtangan.
Minimnya aksi beli membuat hanya 64 emiten syariah yang ditutup menguat. Papan perdagangan ISSI didominasi koreksi harga saham dari 118 emiten dan 59 lainnya bertahan stagnan.
Sebagian besar indeks sektoral juga ditutup melemah dipimpin sektor pertaian yang turun 0,91 persen, properti 0,85 persen, dan perdagangan 0,77 persen.
Sementara indeks sektor industri dasar tercatat menguat signifikan 1,24 persen. Begitu pula sektor manufaktur dan barang konsumsi yang naik 0,10 persen dan 0,01 persen.
Laju ISSI sebetulnya tak sepenuhnya melemah. ISSI sempat melaju ke level terkuatnya di 180,430. Namun ISSI justru sempat terjun ke level terendah di 179,439. Aksi beli jelang penutupan tak cukup kuat melawan kecemasan pelaku pasar.
Saham-saham bluechips syariah yang menjadi top gainer jelang liburan kali ini adalah INTP yang naik Rp 525, UNVR Rp 500, ICBP Rp 150, SMGR Rp 75, dan AKRA Rp 25 per saham.
Sebaliknya, top losser indeks JII dipimpin emiten UNTR yang turun Rp 300, AALI Rp 250, LPPF Rp 225, PTPP Rp 220, dan PTBA Rp 100 per saham.
Pasar keuangan juga dilanda tekanan jelang penutupan sore ini. Kurs rupiah turun tipis 8 poin (0,06%) menjadi 13.229 per dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya