4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Lima Direksi Bank BCA Diketahui Melepas Kepemilikan Saham Perusahaan Pekan Lalu
Dream - Lima direksi bank swasta terbesar di Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) diketahui melepas saham mereka akhir pekan lalu. Para direksi ini melepas saham di kisaran harga Rp 29.925-31.150 per lembar.
Mengutip keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia, kelima direksi BCA tersebut melakukan transaksi penjualan langsung saham BBCA pada tanggal 9 dan 10 Juli 2020, atau pekan lalu.
Dari kelima direksi tersebut, frekuensi penjualan saham terbanyak dilakukan oleh sang nahkoda BCA, Jahja Setiaatmadja. Sementara empat direksi lain yang juga melepas saham di dua hari tersebut adalah Direktur BCA Henry Koenaifi, Direktur BCA Lianawaty Suwono, Direktur BCA Rudy Susanto, dan Direktur Independen BCA Erwan Yuris Ang.
Untung besar didapatkan direksi Rudi Susanto yang mendapatkan dana segar Rp4,51 miliar saat melepas 145.500 lembar saham di harga Rp31.000 per lembar
Berikut adalah data transaksi penjualan saham BBCA oleh lima direksi BCA:
Nama Direksi: Henry Koenaifi
Tanggal Transaksi: 7 Juli 2020
Jumlah Saham Dilepas: 100.000
Harga Transaksi:Rp29.925 (Atau Rp2,995 miliar)
Sisa saham: 1.018.098
Nama Direksi: Henry Koenaifi
Tanggal Transaksi: 7 Juli 2020
Jumlah Saham Dilepas: 100.000
Harga Transaksi:Rp29.925 (total Rp2,995 miliar)
Sisa saham: 918.098
Nama Direksi: Henry Koenaifi
Tanggal Transaksi: 7 Juli 2020
Jumlah Saham Dilepas: 10.000
Harga Transaksi: Rp30.750 (total Rp3,075 miliar)
Sisa saham: 908.098
Nama Direksi: Liniawaty Suwono
Tanggal Transaksi: 9 Juli 2020
Jumlah Saham Dilepas: 50.000
Harga Transaksi:Rp 31.025 (Total Rp1,551 miliar)
Sisa saham: 224.186 (0%)
Nama Direksi: Liniawaty Suwono
Tanggal Transaksi: 9 Juli 2020
Jumlah Saham Dilepas: 50.000
Harga Transaksi:Rp 31.050 (Total Rp 1,552 miliar)
Sisa saham: 174.186 (0%)
Nama Direksi: Rudi Susanto
Tanggal Transaksi: 9 Juli 2020
Jumlah Saham Dilepas: 145.500
Harga Transaksi:Rp 31.000 (Rp4,51 miliar)
Sisa saham: 419.911 (0%)
Nama Direksi: Rudi Susanto
Tanggal Transaksi: 9 Juli 2020
Jumlah Saham Dilepas: 54.500
Harga Transaksi:Rp 31.025 (Total Rp1,69 miliar)
Sisa saham: 414.911 (0%)
Nama Direksi: Erwan Yuris Ang
Tanggal Transaksi: 10 Juli 2020
Jumlah Saham Dilepas: 50.000
Harga Transaksi:Rp 31.150 (Total Rp1.557 miliar)
Sisa saham: 1.269.131 (0,01%)
Nama Direksi: Jahja Setiaatmadja
Tanggal Transaksi: 9 Juli 2020
Jumlah Saham Dilepas: 50.000
Harga Transaksi:Rp 31.050 (Total Rp 1,552 miliar)
Sisa saham: 8.055.0463 (0,03%)
Nama Direksi: Jahja Setiaatmadja
Tanggal Transaksi: 10 Juli 2020
Jumlah Saham Dilepas: 25.000
Harga Transaksi:Rp 31.100 (Total Rp777,5 juta)
Sisa saham: 8.030.463 (0,03%)
Nama Direksi: Jahja Setiaatmadja
Tanggal Transaksi: 10 Juli 2020
Jumlah Saham Dilepas: 25.000
Harga Transaksi:Rp 31.125 (Rp778,125 juta)
Sisa saham: 8.005.463 (0,03%)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
