Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi
MK Sudah Putus, Drama Ijazah Gibran Belum Tamat
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?
© 2017 Http://www.shutterstock.com
DREAM.CO.ID — Nama Haji Isam kembali beredar di pasar modal. Kali ini bukan karena tambang batu bara, melainkan soal kabar akuisisi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Namun, kabar tersebut dibantah dari dua arah.
Manajemen BCA menyatakan tidak ada rencana aksi korporasi seperti kabar di media sosial. Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan kabar aksi korporasi itu tidak benar.
“ Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Hera dalam keterangannya, Jumat, 25 September 2026.
BCA meminta masyarakat dan nasabah merujuk informasi pada sumber resmi perusahaan serta media yang kredibel. “ BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku,” tutur Hera.

Di pihak lain, Kuasa hukum Jhonlin Group, kelompok usaha milik Haji Isam, juga menyebut kabar akuisisi BCA sebagai hoaks. Jhonlin Group menegaskan tidak pernah ada informasi resmi mengenai rencana pembelian BCA oleh Haji Isam.
“ Informasi mengenai Haji Isam akan mengakuisisi BCA itu hoaks. Tidak ada pernyataan maupun informasi resmi dari pihak kami mengenai rencana tersebut,” kata kuasa hukum Jhonlin Group, Junaidi Tirtanata.
Junaidi meminta masyarakat berhati-hati dan membedakan informasi yang berasal dari sumber resmi dengan kabar di media sosial. Dia juga meminta masyarakat tak menyebar berita yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.
“ Kalau menyangkut aksi korporasi, acuannya harus informasi resmi,” tegas Junaidi.

Rumor akuisisi ini muncul setelah aksi besar Haji Isam di BYAN. Kabar ini berembus melalui media sosial, antara lain melalui unggahan akun Instagram @stockwise.id. Kabar itu menyebut Haji Isam akan mengambil kepemilikan di BCA melalui jaringan bisnisnya. Unggahan akun itu menyebut informasi ini sebagai rumor.
Pada saat yang hampir bersamaan, nama Haji Isam sedang ramai diperbincangkan di pasar modal. Namun bukan soal BCA, melainkan jual beli saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Jhonlin Baratama, perusahaan yang terafiliasi dengan Haji Isam, telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low terkait pengalihan 10.000.000.500 saham BYAN. Jumlah itu sekitar 30 persen saham Bayan Resources.
Transaksi tersebut membuat aktivitas korporasi Haji Isam di pasar modal menjadi perhatian. Pada 25 September, OJK dan BEI juga memberikan penjelasan terkait transaksi saham BYAN tersebut.
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series

Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya