7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Petugas Membantu Kepulangan WNI Dari Saudi Menggunakan Lion Air (Foto: KJRI Jeddah)
Dream - Sebanyak 425 warga Indonesia yang berada di Arab Saudi diangkut pulang ke Tanah Air menggunakan maskapai penerbangan Lion Air. Mereka bisa keluar dari negara yang tengah menghadapi pandemik Covid-19 setelah maskapai tersebut bersedia mengangkut dengan tarif yang terjangkau.
Mengutip keterangan tertulis KJRI Jeddah, Arab Saudi, Lion Air menjadi maskapai nasional pertama yang mengangkut WNI dari Arab Saudi dengan penerbangan khusus (charter) selama pandami Covid-19.
Pesawat dengan nomor penerbangan JT111 itu bertolak dari Jeddah Arab Saudi Kamis, 9 Juli 2020 pukul 5:15 waktu setempat dengan menganngkut 425 penumpang yang terdiri dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI,) mahasiswa dan PMI yang mengalami masalah dan ditampung sementara di shelter KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah.
KJRI Jeddah melaporkan telah bekerja sama dengan maskapai Arab Saudi, Saudia, untuk membantu kepulangan secara mandiri 2.663 orang Indonesia melalui sembilan penerbangan. Hal itu dilakukan sejak penghentian sementara penerbangan jemaah umrah pada 27 Februari lalu untuk meredam penyebaran Covid-19.
“ Kami menjajaki kemungkinan kerja sama dengan semua maskapai yang bersedia mengangkut WNI dengan harga yang terjangkau. Kali ini maskapai Lion Air bersedia mengangkut dengan tarif 2.400 riyal, karena ini sifatnya penerbangan charter. Berangkat kosong pulang bawa penumpang,” terang Konjen Eko Hartono dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Eko, para PMI terpaksa harus pulang karena masa kontrak kerja mereka telah berakhir. Sebagian lagi harus pulang lantaran perusahaan tempat mereka bekerja ditutup, menyusul kebijakan pemerintah setempat yang melarang perusahaan-perusahaan dengan kategori tertentu beroperasi selama pandemi Covid-19.
Eko melanjutkan, KJRI berupaya membantu WNI yang terpaksa harus pulang dengan melakukan negosiasi ke pihak maskapai agar harga tiket yang dikenakan bisa ditekan serendah mungkin. Selanjutnya, tim KJRI Jeddah membuka pendaftaran online secara perorangan dengan persyaratan dan ketentuan, diantaranya kewajiban bagi calon penumpang mematuhi protokol kesehatan.
Sebelum diangkut, Tim KJRI memverifikasi lampiran dokumen yang disampaikan secara online dan wajib disertakan oleh setiap calon penumpang. Salah satunya adalah memastikan visa exit telah diterbitkan dan yang bersangkutan tidak sedang mengalamai gangguan kesehatan.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?