Konsul Haji: Belum Ada Pengumuman Resmi Umroh dari Saudi

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 16 September 2020 07:01
Konsul Haji: Belum Ada Pengumuman Resmi Umroh dari Saudi
Endang Jumali mengatakan Saudi baru membuka secara bertahap penerbangan internasionalnya.

Dream - Konsul Haji Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah, Endang Jumali, menyatakan belum menerima pengumuman resmi dari Pemerintah Arab Saudi terkait pembukaan kembali umroh. Saat ini baru Saudi baru membuka penerbangan internasional secara bertahap, seperti yang diumumkan Kementerian Dalam Negeri Saudi pada Minggu, 13 September 2020 waktu setempat.

" Terkait umroh belum ada pengumuman resmi. Pernyataan Mendagri Saudi menegaskan bahwa rencana izin pembukaan kembali pelaksanaan umroh akan diumumkan secara bertahap, dan akan diputuskan kemudian berdasarkan perkembangan pandemik," ujar Endang melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Endang mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan otoritas Saudi guna mendapatkan informasi terkini mengenai perkembangan situasi di tengah pandemi Covid-19. Termasuk juga keputusan seputar pembukaan umroh.

" Kami terus meng-update keputusan Saudi terkait umroh, termasuk mendalami maksud dari pengumuman secara bertahap, apakah akan dibuka untuk warga lokal terlebih dahulu atau bagaimana. Ini masih kami klarifikasi," kata dia.

1 dari 5 halaman

Akan Diupdate 30 Hari Sebelum Awal Tahun

Dia mengatakan pernyataan Kemendagri Saudi lebih pada pembukaan izin penerbangan dan pelabuhan usai 1 Januari 2021. Penetapan itu pun akan di-update kembali 30 hari sebelum tanggal yang sudah ditetapkan.

" Jika diperlukan, Kementerian Kesehatan (Saudi) dapat mengajukan permintaan untuk menetapkan persyaratan kesehatan preventif bagi penumpang dan transportasi pada saat perjalanan, di terminal bandara, pelabuhan dan stasiun," kata Endang.

 

2 dari 5 halaman

Akses Masuk Saudi Masih Terbatas

Dengan dibukanya kembali penerbangan internasional, Saudi mengizinkan warganya untuk bepergian selama memenuhi ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan. Keputusan ini berlaku untuk pegawai Kerajaan yang mendapat tugas resmi, pegawai pada perwakilan diplomatik, konsulat, serta atase Saudi di luar negeri, pegawai lembaga publik, swasta dan warga Saudi yang bekerja di lar negeri.

Selain itu, pengecualian juga berlaku untuk pengusaha yang bisnisnya mengharuskan bepergian antar-negara, pasien yang harus berobat ke luar negeri, serta pelajar Saudi yang perlu terbang ke luar negeri untuk kepentingan belajar.

" Saudi juga mengizinkan masuknya warga non-Saudi yang memiliki visa keluar dan masuk kembali, visa kerja, visa izin tinggal, atau visa kunjungan," ujar Endang.

3 dari 5 halaman

Saudi Mulai Buka Penerbangan Internasional, Umroh Dibuka Bertahap

Dream - Arab Saudi akan mencabut sebagian penangguhan penerbangan internasional pada 15 September 2020. Keputusan ini ditetapkan setelah enam bulan lebih Saudi menangguhkan penerbangan internasional untuk menekan penyebaran Covid-19.

" Kerajaan akan mengakhiri seluruh pembatasan jalur transportasi udara, darat dan laut setelah 1 Januari tahun depan," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Saudi.

Tetapi, tanggal pasti mengenai pencabutan penangguhan tersebut belum diketahui. Tanggal baru akan dipastikan pada Desember nanti.

Sementara, warga negara kawasan Teluk dan non-Saudi dengan izin tinggal 'iqama' atau visa kunjungan dibolehkan masuk ke Saudi mulai 15 September. Syaratnya, mereka harus sudah menjalani tes Covid-19 dan dinyatakan negatif dalam kurun waktu 48 jam terakhir sebelum masuk ke Saudi.

 

4 dari 5 halaman

Pelajar Saudi Bisa Sekolah di Luar Negeri Lagi

Untuk warga dengan kategori 'luar biasa' seperti pegawai pemerintah dan militer, pegawai di kedutaan asing, dan orang-orang yang membutuhkan perawatan medis juga akan diizinkan masuk dan keluar Saudi di tanggal tersebut.

Kaum muda Saudi yang mendapat kesempatan belajar di luar negeri juga diizinkan bepergian. Baik bagi para penerima beasiswa, biaya sendiri, peserta pelatihan medis yang harus bepergian ke luar negeri karena tempat belajarnya di negara lain.

Salah satu calon mahasiswa PhD asal Jeddah, Jawaher Abdullatif, akhirnya bisa bernapas lega. Dia kini bisa melanjutkan pendidikannya di Holland, Belanda setelah Saudi membuka kembali penerbangan internasional.

" Setelah mendapatkan surat penerimaan dari universitas di Holland ketika penutupan untuk melanjutkan studi PhD saya, saya tetap berharap dan menunggu pengumuman. Berita ini agak mengejutkan tapi bagus. Akhirnya saya bisa menjadwalkan penerbangan saya dan melanjutkan studi saya," kata Jawaher.

 

5 dari 5 halaman

Umroh Diputuskan Secepatnya

Keluarga yang terpisah akibat penutupan juga diizinkan bepergian ke luar negeri untuk berkumpul kembali. Saudi mengkategorikan mereka ke dalam kasus kemanusiaan.

Sedangkan warga Saudi pemegang izin domilisi di luar wilayah dibolehkan pulang. Sementara, akan ada kebijakan bertahap terkait pembukaan penyelenggaraan umroh.

Sumber: Arab News

Beri Komentar