BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi Menghemat Uang. (Foto: Shutterstock)
Dream – Bukan hal yang mengejutkan lebih dari setahun pandemi COVID-19 membawa tantangan berat untuk semua lapisan masyarakat. Dengan mobilitas yang dibatasi, semua aktivitas masyarakat yang terhambat membuat roda ekonomi berjalan melambat bahkan ada yang sampai terhenti.
Tak dipungkiri kini masyarakat juga semakin mengurangi pengeluarannya untuk berjaga-jaga jika ada hal tak diinginkan terjadi. Namun di balik ujian tersebut ada hikmah yang sebetulnya tak kita sadari.
Mengutip laman Robinsons Bank, Sabtu 24 Juli 2021, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi cara kita mengatur keuangan. Kamu yang selama ini aktif berbelanja dan sering tak tahu kemana gaji bulanan habis, bisa melihat kembali cara kamu menghabiskan uang.
Satu yang pasti sudah kamu ketahui adalah alokasi uang untuk jalan-jalan atau makan di kafe dan restoran mungkin tetap utuh. Namun jika masih terasa kurang, ada beberapa pos anggaran yang bisa Sahabat Dream tinjau ulang.
Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk mengetatkan pengeluaran tidak perlu selama pandemi.
Pertama, masak sendiri.
Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui adalah ungkapan yang pas mengenai hal ini. Bukan hanya menghemat uang, masak sendiri juga akan memberikan rasa tenang jika kamu menikmati prosesnya.
Selain itu, bisa saja kamu memiliki bakat tersembunyi. Kamu bisa menghasilkan uang lewat masakanmu yang dijual secara online.
Kedua, memilih sayuran dan buah beku
Biasanya sayuran dan buah segar lebih mahal dari yang beku. Hal ini disebabkan lebih banyak nutrisi ketika sayuran masih segar.
Namun, mengingat pembatasan kegiatan kembali diberlakukan, makanan beku akan mempermudah harimu. Bukan hanya praktis, tapi juga menghemat isi dompetmu.
Ketiga, merapikan dan menjual barang yang tidak terpakai.
Ini adalah saatnya kamu berguru dari Marie Kondo. Selama pandemi tentunya kamu punya lebih banyak waktu dan energi. Kamu bisa decluttering agar rumahmu lebih rapi. Kegiatan ini juga memiliki efek tenang yang bisa membantu kesehatan mental selama PPKM.
Jual barang-barang berkondisi bagus apabila sudah tidak terpakai. Manfaatkan platform online untuk menjual barangmu.
Keempat, membeli barang karena butuh, bukan karena ingin
Sebelum membeli sesuatu, pikirkan lebih dahulu kebutuhan barang tersebut. Ini sama halnya dengan belanja online.
Meskipun nyaman dan terdapat perasaan senang ketika membuka paket, perlu diingat bahwa barang yang kamu beli pada akhirnya akan dijual dalam beberapa bulan.
Kuncinya adalah tahan dirimu untuk tidak impulsive buying. Jika perlu, beli dalam jumlah besar untuk menghemat ongkos kirim atau beli barang diskon.
Kelima, batalkan langganan atau membership yang tidak perlu
Gym tentunya tidak bisa digunakan selama pandemi. Kamu bisa pertimbangkan membatalkan keanggotaan sebelum mereka membebankan biaya tambahan.
Ketika kondisi kembali normal, kamu selalu bisa mengaktifkan keanggotaannya.
Kelima tips ini tentunya tidak banyak, namun bisa kamu coba untuk meminimalisir keuangan. Meski tidak mudah, kamu bisa mulai dari yang terkecil. Tetap jaga kesehatan dan pengeluaranmu!
(Laporan: Elyzabeth Yulivia)
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
