Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ternyata, Otak Juga Berperan Dalam Pengeluaran Uang Kita, Lho. (Foto: Shutterstock)
Dream – Ketika berbicara tentang uang dan kebiasaan belanja, banyak orang mulai menghabiskan lebih banyak uang. Apakah kamu juga termasuk kesulitan menjaga anggaran?
Dikutip dari Liputan6.com, Rabu 6 Februari 2019, menurut sebuah survei pada 2017, membelanjakan uang untuk hal-hal yang tak penting adalah suatu kesalahan keuangan terbesar.
Ternyata kebiasaan buruk menghabiskan uang itu ada kaitannya dengan kerja otak. Bagian vital dari manusia ini berperan dalam mempengaruhi kebiasaan membelanjakan uang.
Ada enam cara otak bisa mempengaruhimu untuk berbelanja. Berikut ini rinciannya.
1. " Aku Harus Memilikinya Sekarang"
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Princeton University, para peneliti menemukan bahwa menyangkal kepuasan instan secara biologis lebih sulit dilakukan karena otak mendukung emosi positif. Otak emosional menginginkan agar kamu memaksimalkan kartu kredit, memesan makanan penutup, dan merokok, sedangkan otak logis mengatakan bahwa kamu harus menabung uang untuk pensiun, jogging, dan berhenti merokok.
2. " Ini Akan Membuatku Merasa Lebih Baik"
Dalam sebuah penelitian yang dikutip oleh Psychology Today, para peneliti menemukan bahwa 62 persen konsumen membeli barang untuk membantu meningkatkan semangat mereka, sedangkan 28 persen lainnya melakukan pembelian sebagai cara untuk merayakannya. Untuk menghindari hal ini, tetapkan batasan sesuai dengan anggaran yang kamu miliki.
3. " Aku Bisa Menghabiskan Lebih Banyak Dengan Kartu Kredit"
Banyak orang menghabiskan lebih banyak uang ketika berbelanja dengan kartu kredit. Mulai sekarang bawalah uang tunai agar kamu merasakan kehilangan uang ketika melakukan pembelanjaan.
4. " Pembelanjaan Kecil Tidaklah Berbahaya"
Penting untuk tidak mengecilkan pembelian apapun yang Anda lakukan, karena akan mempengaruhi keuangan dari waktu ke waktu. Tetaplah pada anggaran yang akan membantu Anda memisahkan mana kebutuhan, mana keinginan.
5. " Aku Akan Gajian Dalam Beberapa Hari Lagi"
Meskipun otak mencoba merasionalisasikan pembelian impulsif tidak berarti bahwa membelanjakan lebih banyak uang itu dibenarkan. Kamu harus ingat bahwa itu bukan uang sampai menyentuh rekening bank.
(Sumber: Liputan6.com/Annisa Wulan)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya