Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Indeks Syariah Bergerak Fluktuatif Hari Ini.
Dream - Bursa saham syariah Indonesia bergerak lemas di pembukaan perdagangan awal Februari 2019. Di tengah Hapitnas jelang libur Tahun Baru China, pelaku pasar justru dilanda tekanan sentimen negatif.
Selain kurs rupiah yang bergerak melemah, lantai bursa juga dilanda aksi untung pemodal yang memanfaatkan Harpitnas. Dari luar negeri, sentimen harga komoditas yang melemah memaksa investor berlindung untuk sementara.
Banjir sentimen ini membuat indeks saham syariah juga tak bisa berkembang di penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, 4 Januari 2019. Ketiga indeks acuan saham syariah kompak ditutup melemah.
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot cukup lama dengan koreksi 1,011 poin (0,52%) ke level 192,554. ISSI hanya bergerak menguat sekitar satu jam usai pembukaan perdagangan.
ISSI dibuka menguat di level 193,691 dan sempat menembus level tertinggi di 194,159. Usai 1 jam 15 menit pembukaan perdagangan, tekanan jual mulai melanda lantai bursa. ISSI mulai bergerak ke zona merah hingga sesi penutupan dan sempat terseret ke level terendah di 192,088.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) mengalami tekanan cukup besar usai melemah 10,736 poin (1,48%) ke level 716,078.Indeks JII70 merosot 2,586 poin (1,06) ke level 240,129.
Tanpa adanya sentimen yang cukup kuat mendongkrak laju bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus memulai awal pekan ini di zona merah. IHSG melemah 57,187 poin (0,87%) ke level 6.481,451.
Lantai bursa kali ini diwarnai aksi jual saham. Investor lebih suka melepas sahamnya di lima sektor, yaitu industri aneka, barang konsumsi, keuangan, manufaktur, dan infrastruktur. Kelima indeks ini masing-masing turun 2,01 persen, 1,47 persen, 1,26 persen, 1,23 persen, dan 1,13 persen.
Penguatan terjadi indeks sektor pertambangan sebesar 0,80 persen dan perdagangan 0,52 persen tak cukup kuat menahan laju perdagangan.
Saham syariah pencetak top gainer kali ini adalah BYAN yang harganya naik Rp800, MAPA Rp500, FISH Rp430, PRDA Rp260, dan CPIN Rp225.
Sebaliknya, yang terkoreksi adalah UNVR yang harga sahamnya anjlok Rp1.100, INTP Rp800, SCCO Rp525, SMGR Rp475, dan AALI Rp375.
Pada pukul 16.05, kurs dolar AS nyaris menyentuh level Rp14 ribu. Nilai tukarnya menguat 11 poin (0,08%) ke level Rp13.958 per dolar AS.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya