7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Bagaimana Caranya Agar Ibu Karier Bisa Dengan Efektif Di Rumah? (Foto: Shutterstock)
Dream – Imbauan #dirumahaja digaungkan untuk menekan penyebaran virus corona. Imbauan ini memaksa sebagian orang bekerja dari rumah (work from home).
Tapi, bekerja dari rumah bisa menjadi tantangan tersendiri bagi ibu karier.
Dikutip dari Boldsky, Kamis 2 April 2020, ibu harus membagi waktu antara bekerja dan mengasuh anak. Lantas bagaimana caranya agar bisa efektif bekerja, namun tetap mengasuh anak?
Pertama, pertahankan rutinitas perusahaan. Kalau anak sedang sibuk dengan dunianya, kamu bisa melakukan pekerjaan. Kamu harus pintar membagi waktu agar bisa menggarap tugas kantor. Usahakan anak tenang agar bisa melakukan pekerjaan yang optimal.

Kedua, ciptakan ruang kerja yang nyaman. Bekerja di rumah bukan berarti kamu tak bisa berkantor di sini. Jangan memilih tempat yang biasa Anda gunakan untuk bersantai, seperti sofa atau bean bag yang nyaman.
Sebaliknya, ciptakan ruang yang terorganisasi yang akan membantu meningkatkan perhatian, energi, dan bahkan rasa percaya diri dan jauhkan ruangan kantor Anda dari anak-anak yang bisa memengaruhi pekerjaan.
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat menciptakan ruang kerja adalah kursi yang nyaman dan punya dudukan punggung. Selalu pastikan untuk menyesuaikan kursi agar menopang punggung dan gunakan bantal untuk menghindari sakit punggung parah setelah bekerja dalam jangka waktu yang lama.
Ketiga, menjaga batas. Sangat penting bagi orang tua untuk menjaga batasan dengan anak-anak saat bekerja dari jarak jauh.
Kamu bisa membiarkan anak-anak menghabiskan untuk melakukan hal-hal yang disukai, seperti melukis atau membaca agar tetap sibuk.
Kamu juga memintanya untuk tidak mengganggunya. Dengan begitu, anak-anak bisa menghindarimu dan memberikan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor.

Keempat, pastikan anak-anak terhibur. Siapkan beberapa mainan, buku, atau kegiatan yang akan disukai anak-anak Anda. Ini akan membantu menjaga mereka tetap terlibat sambil meningkatkan keterampilan membaca, menulis, atau kognitif. Kamu juga bisa melibatkan mereka dalam pekerjaan kantor.
Penting untuk beristirahat di sela-sela pekerjaan. Studi menunjukkan bahwa 90 persen istirahat makan siang akan membantu merasa segar dan siap untuk kembali bekerja.
Istirahat penting ketika bekerja di rumah, terutama ketika kamu memiliki anak. Beristirahatlah setidaknya 10 menit untuk berbicara dengan anak-anak atau hanya berjalan-jalan.
Kelima, bergantian dengan pasangan. Kamu bisa bergantian dengan pasangan untuk merawat anak-anak. Ini berlaku jika kamu dan pasangan bekerja dari rumah. Cara ini bisa dapat membuat bekerja dari jarak jauh lebih mudah dan produktif.
Keenam, seimbangkan dengan tugas sebagai ibu. Sebagai seorang ibu, ketika bekerja dari rumah, penting agar menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan. Kamu harus tahu kapan harus berhenti bekerja. Jangan biarkan diri stress akibat pekerjaan.
(Laporan: Cindy Azari)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?