Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Supercar.
Dream – Banyak orang, khususnya kaum adam, tergila-gila dengan supercar. Terlebih ketika mobil berbentuk aduhai ini melaju dengan deru yang khas.
Namun dalam kenyataannya, itu hanya kesenangan sesaat. Ada beberapa hal sebetulnya mengendarai supercar ternyata tidak nyaman sama sekali.
Dilansir dari Business Insider, Rabu 5 Oktober 2016, salah satunya adalah ground clearance atau jarak bodi mobil dengan permukaan tanah, yang sangat rendah hingga biaya perawatan yang super mahal menjadi alasan untuk tidak bermimpi mengendarai mobil berharga miliaran rupiah itu. Belum lagi energi yang terbuang sia-sia ketika mobil ini dijalankan.
Lalu, apa lagi?
Berikut ini adalah delapan alasan mengendarai mobil mewah ini tidak seindah yang dibayangkan:
© Dream
Tidak nyaman jika jalan tidak rata
Ground clearance (jarak bodi mobil dengan permukaan tanah) adalah kekurangan supercar. Dengan performa mesin yang tinggi, supercar bisa melaju dengan kencang. Dan untuk menghindari tergelincir atau terbalik karena melaju kencang itu, supercar dirancang agar tetap menekan ke bawah selama dipacu di jalan. Hal ini tentu saja berimbas pada pilihan jalan yang akan dilalui. Karena jika tidak, jalan yang sedikit saja tidak rata akan menimbulkan kerusakan yang bernilai puluhan bahkan ratusan juta. Selain itu, kesenangan mengendarai mobil keren akan berubah menyebalkan jika Anda harus terus memelototi jalan agar tidak melewati lubang atau gundukan.
Tenaga yang sia-sia
Saat mengendarai supercar, Anda mungkin tidak akan bisa mengeluarkan 99,99 persen daya pacu mobil Anda secara leluasa. Yang terjadi adalah Anda justru memboroskan biaya membeli bahan bakar.
Tidak ada yang lebih menyedihkan ketika sebuah supercar terjebak lalu lintas. Terlihat keren tapi tidak punya kuasa untuk memamerkan kemampuan mobil Anda. Itu sama saja Anda membeli tenaga, tapi jarang menggunakannya.
Selain itu, tenaga yang sangat kuat itu bisa membahayakan diri Anda jika Anda tidak bisa menguasai kemudinya. Karena terlalu senang melaju dalam kecepatan tinggi, Anda tidak memperhatikan jarum speedometer hingga akhirnya terlambat dan mengalami kecelakaan.
© Dream
Harga dan perawatannya sangat mahal
Supercar termurah harganya masih sangat mahal. Karena itu Anda akan selalu menghadapi pertanyaan apakah supercar Anda yang harganya di bawah rata-rata itu adalah benar-benar supercar? Jika Anda masih ragu berarti Anda mengalami tekanan batin sehingga Anda akan berusaha untuk meng-upgrade kendaraan Anda. Dan upgrade ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Selain itu biaya perawatan dan perbaikan sebuah supercar sangat mahal meski hanya bodinya yang tergores. Belum lagi waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki kerusakan pada sebuah supercar biasanya memakan waktu yang lama.
Benar-benar tidak nyaman untuk perjalanan jauh
Anda mungkin punya gambaran bahwa mengendarai supercar untuk jarak jauh akan terlihat keren dan menyenangkan. Anda salah. Hanya mobil sedan standar yang dirancang agar nyaman dikendarai dalam waktu lama. Sementara supercar didesain untuk kecepatan sehingga hanya efektif jika menempuh jarak yang tidak terlalu jauh.
© Dream
Jadi pusat perhatian orang
Jika Anda tipe orang yang suka bergaul dengan berbagai macam orang, mungkin tidak masalah. Namun jika Anda orang yang sangat menjaga privasi, memiliki supercar akan membuat Anda depresi dan ketakutan. Bayangkan, setiap Anda parkir, orang-orang akan mengerumuni mobil Anda dan bertanya macam-macam, mulai harga, beli di mana, minta foto selfie, dan sebagainya. Atau ada orang yang selalu mengekor mobil Anda ke mana pun Anda pergi. Mungkin mereka hanya ingin mengagumi mobil Anda, tapi bagaimana jika tidak?
Tempat cuci mobil membuat Anda bangkrut
Supercar tidak boleh kotor. Bekas jari saja harus segera dilap, apalagi kotoran burung yang jatuh saat Anda parkir di bawah pohon. Karena itu lebih baik supercar disimpan di garasi jika hujan atau tidak benar-benar diperlukan. Kebutuhan agar tetap terlihat mengkilap seperti baru keluar dari showroom ini benar-benar bisa menguras isi kantong. Supercar tidak bisa dicuci di tempat cuci mobil pinggir jalan. Tapi harus di salon mobil khusus dan biasanya mereka mewajibkan detailing sebagai bagian dari proses cuci mobil.
© Dream
Selalu merasa terhipnotis
Entah mengapa, supercar selalu menghipnotis pemiliknya. Anda akan punya lebih banyak waktu memandangi mobil Anda itu daripada mengerjakan hal lainnya. Supercar memang tidak untuk diabaikan. Ia butuh perhatian, sepanjang waktu.
Hampir tidak punya bagasi
Supercar tidak memiliki kompartemen yang luas seperti mobil sedan standar. Mungkin bagasi sebuah supercar hanya muat untuk diisi botol minuman. Ini artinya Anda tidak bisa jalan-jalan sambil berwisata dengan supercar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya