Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, Menyebut Fahri Hamzah "naif".
Dream – Susi Pudjiastuti meradang atas komentar Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fahri Hamzah, melalui Twitter. Susi bahkan meminta politisi yang telah dipecat oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk memahami pernyataannya, sehingga tidak berpikir secara naif.
Kemarahan Menteri Kelautan dan Perikanan itu bermula dari komentar Fahri pada sebuah artikel yang ditautkan ke Twitter. Artikel itu berisi pernyataan Susi yang menyebut bahwa pemberantasan pencurian ikan hanyalah langkah awal.
Fahri yang membagikan ulang tautan artikel itu memberikan komentar bahwa waktu lima tahun yang diamanatkan harusnya digunakan untuk menuntaskan pekerjaan, bukan sekadar langlah awal.
“ Dikasih waktu 5 tahun dijadikan langkah awal… Seharusnya 5 tahun dipakai selesaikan kerjaan. Baru bertanggung jawab atas amanah namanya… Kalau 5 tahun lagi belum tentu dipilih,” tulis Fahri di akun Twitter, @Fahrihamzah, dikutip Dream, Kamis 12 Juli 2018.
Komentar Fahri dibalas oleh Susi. Pendiri maskapai Susi Air ini meminta Fahri membaca pernyataannya di media tersebut secara utuh. Sehingga memahami konteks pernyataan Susi.
“ Sebaiknya baca seluruh statemen saya. Jangan dipotong separuh-separuh. Akhirnya seolah seperti yang Anda pikir. Naif!!!” tulis Susi di akun Twitter resminya, @susipudjiastuti.
Sampai berita ini ditulis, cuitan ini sudah disukai 1.400 kali dan dicuit ulang 1.400 kali.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya