Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Ilustrasi: Shutterstock)
Dream - Sahabat Dream pengguna email Yahoo? Coba cek surat elektronik yang dikirimkan perusahaan perintis jasa layanan email ini. Yahoo mengirimkan pesan penting tentang adanya perubahan syarat dan ketentuan serta kebijakan privasi dalam layanannya.
Dalam pesan email ribadi yang diterima jurnalis Dream, Rabu, 18 April 2018, Yahoo meminta semua semua pengguna situs dan layanan yang disediakan Oath untuk ketentuan layanan dan kebijakan privasi baru hasil penggabungan Yahoo dan AOL.
Seperti diketahui pada Juni 2017 lalu, Yahoo dan AOL sepakat bergabung untuk membentuk Oath sebuah perusahaan media dan teknologi yang merupakan bagian dari Verizon.
Dalam email tersebut, para pengguna Yahoo diminta untuk melihat dan menyetujui ketentuan baru yang diberikan Yahoo.
Laman CNet seperti ikutip TheVerge, melaporkan Oath mengakui mereka telah merilis kebijakan privasi yang sama untuk brand AOL dan Yahoo. Kebijakan terbaru ini menyatakan perusahaan " menganalisis dan menyimpan semua konten komunikasi, termasuk konten email yang masuk dan keluar."
Konten email itu memungkinkan Oath untuk " mengirimkan, mempersonalisasi, dan mengembangkan fitur, konten, iklan, dan layanan yang relevan."
Selain itu, Oath juga dapat " menganalisis konten pelanggan dan informasi lainnya. Oath menyatakan berhak menganalisis konten seputar interaksi pengguna dengan lembaga keuangan terkait.
Oath menambahkan sistemnya secara otomatis akan menghapus informasi yang dapat mengidentifikasi penerima. Kebijakan privasi terbaru itu juga akan mengumpulkan data (EXIF) dari gambar yang diunggah pelanggan.
Di samping itu, Oath juga memanfaatkan teknologi pengenalan gambar untuk mengidentifikasi dan menandai tempat, warna, koordinat, teks, tindakan, objek, atau figur publik.
Layanan email lain yang pernah melakukan pemindaian akun pengguna untuk disisipi iklan bertarget adalah Gmail. Tetapi, kini Google tidak lagi melakukan pemindaian terhadap akun penggunanya sejak setahun lalu.
(Beq/Sumber: theverge.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya