7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Berapa Besar Dana Darurat Yang Harus Disiapkan? (Foto: Shutterstock)
Dream – Pandemi Covid-19 menciptakan kebiasaan finansial baru bagi masyarakat Indonesia khususnya dalam pengeluaran konsumsi. Masyarakat Indonesia cenderung akan lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang pada masa pandemi.
Dikutip dari keterangan tertulis Lifepal, Selasa 6 Oktober 2020, survei dari McKinsey and Company menunjukkan 83 persen masyarakat Indonesia akan lebih berhati-hati saat mengeluarkan uang di era pandemi ini. Ini sejalan dengan menurunnya aktivitas konsumsi pada masa pandemi yang berdampak kepada pertumbuhan domestik bruto.
Sebanyak 62 persen responden setuju bahwa ketidakpastian ekonomi cukup mengganggu keputusannya untuk belanja. Yang cukup mengkhawatirkan adalah 55 persen responden merasa bahwa pekerjaannya menjadi kurang aman, sementara itu 59 persen lainnya merasa bahwa penghasilannya mengalami penurunan.
Survei McKinsey mengindikasikan adanya masalah yang cukup besar dan mengancam keamanan finansial individu atau sebuah keluarga. Masalah yang dimaksud adalah risiko hilangnya pendapatan di tengah pandemi.
Selain memiliki asuransi jiwa maupun kesehatan, salah satu cara untuk memitigasi risiko ini adalah dengan menyediakan dana darurat. Dana darurat tentu akan sangat berguna untuk mengcover pengeluaran bulanan saat tak lagi menerima pemasukan.
Lalu, berapa besar kebutuhan dana darurat kita?
Dalam perencanaan keuangan, dana darurat dikenal dengan rasio likuiditas (basic liquidity ratio). Untuk mengetahui seberapa besar rasio likuiditas, kita bisa menggunakan rumus (Total Aset Lancar : Pengeluaran Bulanan).
Nilai minimum dari rasio likuiditas adalah, 3 hingga 6. Hal itu menandakan bahwa kita mampu bertahan hidup tanpa adanya pendapatan bulanan hingga 3 atau 6 bulan ke depan. Tapi, besaran kebutuhan dana darurat tak bisa dipukul rata.
a. Lajang Tanpa Tanggungan
Seorang lajang tanpa tanggungan tentu memiliki beban finansial yang cukup ringan. Selain itu, mereka pun memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam manajemen keuangan.
Oleh karena itu, menyediakan dana darurat yang setara dengan 3 kali pengeluaran bulanan pun masih diperkenankan.
b. Lajang dengan Tanggungan
Tak sedikit Sahabat Dream yang masih single, tapi harus membiayai kebutuhan hidup orang tua dan anggota keluarga lainnya. Tentu saja besar dana darurat yang dibutuhkan pun lebih banyak daripada yang single tanpa tanggungan. Menyediakan dana darurat sebesar 6 kali pengeluaran bulanan tentu bisa menjadi opsi yang baik.
c. Sudah Berkeluarga
Mereka yang sudah berkeluarga tentu memiliki pengeluaran yang lebih besar ketimbang lajang. Oleh karena itu, ketersediaan dana darurat untuk seorang dengan status ini adalah 6-12 kali pengeluaran bulanan. Semakin banyak tanggungan tentu semakin banyak pula dana darurat yang harus dipersiapkan.
d. Memiliki Pekerjaan yang Tinggi Risiko
Semakin tinggi risiko pekerjaan, kamu akan membutuhkan dana darurat yang lebih besar. Risiko ini ditujukan kepada pekerjaan yang tidak memiliki penghasilan tetap per bulan.
Sebut saja seperti pemilik usaha, atlet, atau para pekerja freelance. Dana darurat yang mereka harus sediakan bahkan bisa di atas 12 bulan pengeluaran jika mereka juga memiliki tanggungan.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?