Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Chillibeli)
Dream - Keterbatasan beraktivitas di luar ruangan telah berdampak terhadap pendapatan UMKM. Sedangkan, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,19 juta pelaku usaha yang didominasi usaha mikro.
Tak hanya itu, UMKM juga berkontribusi sebanyak 97 persen untuk lapangan kerja di Indonesia, 60 persen terhadap PDB nasional, 58 persen terhadap investasi nasional serta 14 persen ekspor nasional.
Dari sejumlah sektor UMKM, akomodasi dan industri food & beverages lah yang merasakan dampak terbesar. Disusul dengan UMKM perdagangan besar dan eceran seperti reparasi, perawatan mobil serta industri pengolahan.
Data tersebut memperjelas penurunan pendapatan dan lemahnya ekonomi negara saat ini. Salah satu cara untuk mengangkat kembali pendapatan UMKM adalah dengan memanfaatkan fasilitas online.

Fasilitas online tidak hanya diperuntukkan bagi pembeli. Kini, pelaku bisnis UMKM juga bisa mengandalkan fasilitas online untuk membeli stok bahan baku yang akan dijual.
Ini akan menghemat waktu dan biaya transportasi serta membantu mencegah penyebaran virus Covid-19.
Pelaku UMKM seperti pemilik warung, warteg, tukang sayur, restoran, katering serta pemilik toko kelontong bisa membeli langsung dari tangan pertama secara online.
Sehingga, harganya murah dan berkualitas. " Kami mengundang tukang sayur, pemilik warung, pengusaha grosiran, rumah makan hingga pengusaha horeka di Jabodetabek, Surabaya dan Bandung untuk melihat kesempatan ini sebagao sebuah solusi digital bernilai lebih dalam pemasukan bisnis," tutur Novel Leonardo, Commercial Manager B2B Chillimart dalam webinar 'Solusi Digital Bermakna dari Chillibeli untuk Para Pengusaha UMKM, Rabu kemarin.
Jika memesan sebelum pukul 3 sore, pelaku UMKM bisa mendapatkan stok bahan baku sehari setelahnya. Namun jika lewat dari pukul 3, pemesanan dikirim beberapa hari setelahnya.
Pelaku UMKM bisa membeli sayur mayur, buah-buahan, telur, daging, makanan laut, produk FMCG serta mendapat promo maupun voucher.
Semua fasilitas ini bisa didapatkan dengan bergabung menjadi pengguna aplikasi Chillimart yang dapat diunduh di Playstore.
" Kami berharap semakin banyak pengusaha UMKM dapat merasakan fasilitas ini segera. Karena komitmen kami untuk memberdayakan masyarakat Indonesia dengan mendorong kesempatan berusaha kecil pun semakin mantap," tutupnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya