Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
Dream - Bagi pasangan yang sedang menjalin hubungan asmara atau rumah tangga, perselingkuhan bisa jadi sebuah cerita paling mengerikan.
Perselingkuhan bukan hanya soal hilangnya kepercayaan, tapi juga harga diri yang runtuh setelah dikhianati dan diremehkan.
Setiap orang punya definisi sendiri-sendiri tentang perselingkuhan. Mirisnya, selingkuh seolah jadi tren fenomenal di abad serba canggih seperti saat ini.
Lihat saja unggahan di platform sosial media. Entah sudah berapa unggahan video yang memperlihatkan pria atau wanita tengah melabrak pasangannya berselingkuh.
Menambah daftar panjang definisi perselingkuhan, kini ada tren selingkuh baru yang harus kamu waspadai.
Di zaman serba digital seperti sekarang, perselingkuhan tidak hanya tindakan yang terlihat secara kasat mata saja.
Ternyata perselingkuhan juga bisa terindikasi dari hal-hal kecil yang dilakukan pria atau wanita yang berselingkuh. Perselingkuhan semacam ini lazim disebut micro cheating.
Meski tak seberapa, beberapa tindakan pria atau wanita terlihat condong pada seseorang di luar hubungan, baik secara fisik atau emosional.
Itulah arti dari definisi micro cheating yang jadi viral dan kontroversial dalam beberapa waktu belakangan ini.
Jadi, merespons candaan atau Insta Story bersifat pribadi teman dekat, padahal pasangan tidak suka, maka sudah dianggap telah melakukan micro cheating.
Rachel Lloyd, seorang pakar hubungan mengatakan, micro cheating bisa dimulai dengan sedikit bercanda di media sosial.
" Itu akan membangun ke arah perselingkuhan secara terang-terangan di dunia digital. Jadi, dampak merusak dari micro cheating ini sama dahsyatnya dengan perselingkuhan fisik,” kata Rachel.
Menurut Rachel, kemajuan teknologi dan banyaknya platfrom media sosial membuat orang-orang merasa punya pilihan yang tak terbatas.
Namun pilihan-pilihan tersebut terkadang dapat menyebabkan orang-orang membuat keputusan yang merusak hubungan resmi mereka.
" Memberi respons terhadap Instagram teman dekat mungkin terlihat tidak buruk. Tapi maksud di baliknya yang perlu diwaspadai," kata Rachel.
Micro cheating memang sangat halus hingga akhirnya menjadi tak terkendali dan merusak hubungan resmi.
Meski kecil atau sedikit, selingkuh tetap saja selingkuh. Karena itu, indikasinya perlu diwaspadai agar tidak menjadi besar.
Untuk menghindari perselingkuhan semacam ini, Rachael menyarankan untuk menetapkan batasan sesegera mungkin.
" Cobalah memberikan penjelasan bahwa komunikasi yang terbuka dan jujur adalah jalan terbaik untuk menghindari kesalahpahaman," kata Rachael.
Namun Rachael memberikan tip ampuh untuk mencegah micro cheating. Yaitu jangan melakukan aktivitas yang tidak disukai pasangan, baik itu online maupun offline.
(Sah, Sumber: Dmarge.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya