Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Seseorang Memotong Roti Seeded Bloomer. (Foto: Shutterstock)
Dream – Keluhan pembeli atas barang yang tidak sesuai harapan mungkin terdengar wajar. Tetapi, untuk kasus keluhan satu ini, mungkin membuat kita memicingkan mata.
Dikutip dari Metro, Rabu 14 Agustus 2019, karyawan toko Waitrose jadi korban omelan seorang pelanggan yang tidak terima ada banyak biji pada roti yang dibelinya. Pelanggan tersebut mengklaim jumlah biji di roti Seeded Bloomernya 800 gram lebih banyak dari biasanya.
Dalam catatan yang ditulis tangan, pelanggan itu mengeluh dengan mengatakan jumlah biji pada roti yang dibelinya seharga 1,49 poundsterling, setara Rp25.785 telah meningkat selama 2 bulan. Dia mengklaim hal ini merusak karakter roti.
“ Jumlah biji meningkat lebih dari 2 bulan. Karakter roti jadi berubah. Ini tidak bagus,” tulis pembeli ini.
Perempuan ini mengomel kepada karyawan toko selama 15 menit. Dia tidak puas ketika diberi uang kompensasi dan mendesak Waitrose menanggapi keluhannya secara serius.
“ Saya cukup kaget dengan fakta dia makan setengahnya untuk memastikan,” kata seorang saksi.
Dia juga berkata pembeli ini tampak kesal karena rasa dan karakter rotinya berubah. “ Tampaknya dia membeli roti itu selama bertahun-tahun. Dia benar-benar terlihat sangat kesal,” kata saksi.
Pihak Waitrose akhirnya memberikan tanggapan atas keluhan ini. Manajer Pemasaran Waitrose, Deborah Dyson, mengatakan satu-satunya perubahan yang dilakukan adalah menghilangkan minyak kelapa sawit berdasarkan permintaan konsumen.
“ Tapi, itu tidak mempengaruhi roti kami,” kata Dyson.
Dia juga membantah jumlah biji bunga yang berada di roti ini lebih banyak.
“ Kami mohon maaf kepada konsumen yang kurang senang. Kami punya bloomer cokelat dan putih yang bisa dicoba,” kata Dyson.
Dream - Saat berpuasa, biasanya seseorang kehilangan nafsu makan, terutama saat sahur. Tapi, kamu bisa mengonsumsi makanan sehat yang lebih praktis seperti mengganti nasi dengan roti.
Sayangnya, roti tidak bisa disimpan terlalu lama, meskipun berada di kulkas. Biasanya masa kedaluwarsa roti hanya beberapa hari saja.
" Roti yang tidak menggunakan bahan pengawet hanya akan bertahan dua hari di kulkas," tutur Damien Koh, Co-Founder dan Managing Director Joe and Dough di Kota Kasablanka, beberapa waktu lalu.

Semakin lama disimpan, rasa dari roti akan menghilang dan teksturnya lebih lembap. " Kalau disimpan terlalu lama, cita rasanya akan menurun dan roti akan semakin alot," imbuh Dawn Wee, Co-Founder dan Marketing Communication Director Joe and Dough.
Sama dengan berbagai jenis roti lainnya, cake pun hanya bisa disimpan selama 2 hari. Pastikan saat mengonsumsi roti atau cake, kondisinya masih segar. Jangan sampai malah menimbulkan masalah pencernaan.
" Tapi, tergantung dengan jenis kuenya. Kalau yang ada mousse-nya, dia akan split. Sedangkan yang sponge, akan dry. Kehilangan moist-nya," kata Damien.
Sedikit berbeda dengan jenis roti lainnya, croissant harus segera dimakan setelah dipanggang.
" Karena rasanya paling mudah menghilang. Jadi, harus dimakan secepatnya. Semakin hangat akan semakin baik," tutup Dawn.(Sah)
Dream - Kita selalu diingatkan untuk memulai hari dengan sarapan sebagai modal beraktivitas. Waktu yang sempit, biasanya membuat kita mengonsumsi makanan praktis seperti roti yang bisa dibawa ke mana pun.
Sampai saat ini pun, roti jadi salah satu menu sarapan favorit yang sangat praktis dan mengenyangkan. Tapi ternyata, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi roti setiap hari sebagai menu sarapan. Hal ini diingatkan oleh seorang pakar gizi Jepang, Hideo Makuuchi.
Menurut penelitian yang dilakukan Hideo, hanya makan roti saat sarapan bisa meningkatkan risiko kanker payudara secara signifikan. Itu karena, ia menemukan bahwa 80% dari pasien kanker payudara yang dirawatnya memiliki kebiasaan hanya makan roti untuk sarapan.
" Jenis roti yang banyak dikonsumsi saat ini mengandung banyak minyak dan gula yang membebani tubuh," kata Hideo seperti dikutip dari World of Buzz.

Menurutnya, kombinasi pati, minyak dan gula dalam roti sangat adiktif dan juga tinggi lemak. Kecanduan ini dapat menyebabkan " stress eating" , karena tubuh terbiasa dengan makanan berlemak tinggi dan otak terus-menerus mengirimkan sinyal untuk lebih banyak jenis makanan tidak sehat.
" Kondisi itu lama kelamaan bakal menjadi obesitas. Hal ini lah yang bisa meningkatkan faktor risiko kanker payudara secara signifikan," ungkap Hideo.
Ia pun menganjurkan untuk mengubah menu sarapan jadi lebih sehat. Menu telur, buah, dan nasi bisa jadi pilihan. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya