Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Presiden Turki, Tayyip Erdogan Dan Ambisi New Turkey
Dream - Di bawah kepemimpinan Presiden Tayyip Erdogan, Turki benar-benar serius memacu industri perbankan syariah. Tugas berat mengawasi industri bernilai US$ 820 miliar itu kini dipikul seorang bankir veteran.
Mehmet Ali Akben, presiden baru lembaga pengawas keuangan Turki BDDK, mengatakan perbankan syariah bakal mendorong pertumbuhan industri keuangan Turki sesuai ambisi baru New Turey yang dipancangkan Erogan.
New Turkey, atau Turki Baru adalah visi besar Tayyip Erdogan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi serta mengembangkan masyarakat yang lebih religius.
" Di bawah proses Turki Baru, industri ini akan mengadopsi kebijakan baru yang sesuai dengan kebijakan pemerintah," kata Akhben kepada Anadolu Agency seperti dikutip Dream, Senin, 18 Mei 2015.
Akhben berjanji BDDk akan tampil lebih perkasa dan terlibat hampir di seluruh sektor bisnis di Turki.
Penunjukan Akhben dilakukan dua pekan setelah wafatnya pemimpin lama, Mukim Oztekin.
Turki selama ini dikuasai bank konvensional dengan pemain kuncinya seperti Isbank, Akbank, Garanti, Ziraat, dan Halkbank.
Perbankan syariah di Turki sendiri baru menguasai 5 persen dari total aset bank di negara ini. Pemerntah menargetkan aset bank syariah akan tumbuh berlipat menjadi lebih dari US$ 100 miliar pada 2023.
Namun ambisi Erdogan ini disangsikan sejumlah kalangan. Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor's menilai Turki bakal menghadapi potensi risiko politis jika mengubah sistem keuangannya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya