Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Minimnya sentimen positif yang diperoleh investor memaksa indeks saham syariah memulai awal pekan di zona merah. Kondisi regional yang bergerak variatif juga membuat pelaku pasar menunggu sinyal jelas.
Pelemahan dua indeks syariah ini terjadi di tengah bursa saham nasional yang justru dibuka menguat. Kembalinya aksi buru saham perbankan mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat.
Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 18 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,194 poin ke level 168,830.
Hingga 30 menit waktu perdagangan, ISSI masih belum lepas dari tekanan aksi jual. ISSI masih melemah 0,173 poin (0,10%) ke level 168,851.
Meski melemah, ISSI pagi ini masih didominasi saham-saham yang terkena aksi beli. Tercatat 68 emiten syariah bergerak menguat dan 51 lainnya masih tertekan aksi jual.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 645,35 miliar dengan 3,98 miliar saham syariah berpindahtangan.
Saham-saham bluechips syariah juga tak terlepas dari tekanan aksi jual pasar. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,284 poin ke level 707,567.
Sebanyak 10 emiten unggulan syariah telah beranjak ke zona hijau. Sisanya, 14 emiten bergerak ke zona negatif dan 6 lainnya stagnan.
Sama dengan JII, saham bluechips syariah juga belum bsa keluar dari tekanan. Sampai 30 menit perdagangan, JII terpangkas 1,684 poin (0,24%) ke level 707,167.
Sebaliknya, IHSG yang akhir pekan lalu dilanda tekanan aksi jual justru berbalik menguat. Walaupun IHSG pagi ini dibuka melemah 4,66 poin (0,09%) ke level 5.222,43 di sesi prapembukaan.
IHSG kembali melemah 2,91 poin (0,06%) ke level 5.224,18 di sesi pembukaan. Munculnya aksi beli investor, sukses mengangkat IHSG ke zona hijau. Sampai 30 menit waktu perdagangan, IHSG telah menguat tipis 2,803 poin (0,05%) ke level 5.229,899.
Lantai bursa awal pekan ini masih sepi dari transaksi pelaku pasar. Terbukti dana yang bergulir baru mencapai Rp 837,07 miliar dengan 8,4 miliar saham yang berpindahtangan.
Asing masih belum kunjung kembali ke pasar modal Indonesia. Asing justru mencetak nett sell Rp 14,68 miliar.
Kurs rupiah pagi ini juga tak bisa lepas dari tekanan. Menguat dolar memaksa rupiah bertengger di level 13.117 per dolar AS atau melemah 57 poin (0,44%). Tak hanya rupiah, hampir seluruh mata uang dunia tertekan penguatan dolar AS.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya